zondag, juli 31, 2005

Panitia penjemputan

Sepertinya hidupku memang ditakdirkan jadi panitia penjemputan binatang2 piaraaannya si Tonggo. Dulu waktu menjemput G-nya si J buat liburan ke sini, daku ikut. Sekarang ngejemput Mili dari rumah emaknya, daku ikut lagi. Hayo Tong, kapan lagi dateng piaraan baru ke rumahmu?

Kemarin memang tonggoku melengkapi jumlah penghuni rumahnya dengan kedatangan Mili, yang jauh-jauh dijemput ke rumah Dian di Almere. Wah sampe kagum daku, di rumah Dian populasi kucing lebih banyak dibanding dengan populasi orang, bo! Kalo kucing2 lagi main, ribut gluduk-gludukan sana sini, sampe ada yang keinjek segala. Ada yg kerjanya tidur mulu, ada yang suka main, ada yang suka manjat sofa, ada yang suka makan ayam kuluyuk asem manis ... eh itu mah gw deeh (Dian & Nia, enak banget ayam, rendang, dan bakpaonyaaa. RESEPPPP OOIIII!)

Dengan ini daku mau mengucapkan selamat kepada Tonggo dengan kehadiran anak barunya. Semoga jodoh dan jadi teman setiamu setiap hari selain teman2 arisan. Ini foto-foto perjalanan kemarin.



another day goes by when W scribbled at 10:07 p.m. | 12 comments

vrijdag, juli 29, 2005

Chili Potato

Olive oil (atau minyak goreng) aduk dengan bawang putih uleg, garam, dan sambal. Panggang di oven sekitar 20 menit (tergantung oven dah) kalau sudah selesai taburin rajangan koriander atau selderi.









another day goes by when W scribbled at 12:11 p.m. | 14 comments

zondag, juli 24, 2005

Book Tag

Wah, I've been tagged by Dian. Ternyata setelah musical baton, masih ada juga timpukan2 lainnya. Pletakkk!! Benjol2 dah gw.

Jumlah buku yang dimiliki:
Gak pernah ngitung. Buku2 fiksi suka gw lungsurin ke orang, mengingat pepatah sakti bahwa buku hanya hidup kalo dibaca. Wkt berangkat ke sini semua buku Michael Crichton gw lungsurin ke temen kantor. Trus novel2 yg selesai gw baca biasanya cepat berpindah tangan. Jadi ai tidak tau jumlah total buku2 dlm hidupku.

Buku yang terakhir dibeli:
Het Geheim van Greenpeace (Rahasia Greenpeace) - Bernhard Knappe

Buku yg terakhir dibaca:
De Wereld van Sofie (Dunia Sofie) - Jostein Gaarder. Blom selesai, baru separo. Bukunya tebel, 550 halaman. Gw baru sampe hlm. 258, hehe..

5 Buku yg penting/berarti buat gw saat ini:
  • Bible kali ye... Gak teratur bacanya, tapi kalau lagi mencari dan bertanya, ada jawabannya di situ.
  • De Wereld van Sofie (Dunia Sofie) - Jostein Gaarder. Kadang2 bisa bikin berhenti untuk mikir ttg banyak hal, gituu.
  • Europe on a Shoestring - Lonely Planet. Penting buat nyari rute kelayapan.
  • Kamus2
  • Buku2 masak


5 orang berikut yg gw lemparin Book Tag:

another day goes by when W scribbled at 10:40 p.m. | 13 comments

zaterdag, juli 23, 2005


Gitanjali 59

Ya, kutahu, ini tak lain dari cintamu, O kekasih hatiku - cahaya keemasan yang menari-nari di atas dedaunan, awan-awan yang bermalas-malasan sedang melintasi angkasa, angin yang bertiup sepoi-sepoi tinggalkan kesejukan di dahiku.

Terang pagi telah memenuhi mataku - inilah pesanmu buat hatiku. Wajahmu melongok dari atas, matamu menatap mataku, dan hatiku telah menyentuh kakimu.

- Rabindranath Tagore -

another day goes by when W scribbled at 2:39 p.m. | 14 comments

woensdag, juli 20, 2005

Bikin foto buat blog

Pernah ada beberapa orang yg bertanya, gw pake kamera apa sih untuk bikin foto2 yang dipajang di blog ini? Kagak, gw gak punya kamera SLR (walaopun pengen). Adanya kamera kacang yang otomatis dan cuma bisa zoom kecil-kecilan (Olympus C-220 Zoom).
Dengan prinsip gak rotan akar pun jadi, hasil potretan kamera kacang bisa jadi lumayan berkenan kalo dikombinasiin dengan Photoshop. Jadi kalo gw mau bikin foto dengan latar belakang burem, misalnya, ya Photoshop lah andalanku. Meskipun jadinya gak selalu memuaskan, hehe..

Trus gw juga menghindari motret pake blitz. Liat nih contohnya, yng pake dan tidak. Kesannya kan datar gitu dan 2 dimensi banget. Makanya gw lebih suka moto pake sinar matahari atau kalau kepepet sinar lampu. Blitz cuma buat fill-in atau ngilangin bayangan, kalau kepaksa.

Jadi sapa yg mo nyumbang biar gw bisa beli kamera SLR? Heheh...

another day goes by when W scribbled at 5:16 p.m. | 8 comments

zaterdag, juli 16, 2005

Ctrl-Z

Pernah nggak mikir betapa indahnya hidup kalau kita punya fasilitas undo alias control - z. Kalau abis buat kesalahan, atau ada kejadian nggak enak, pencet aja tombol undo. Baliklah keadaan seperti semula.

Kemarin gw keinget temen gw yang pernah mimpi dikejar-kejar pake penjahat berkampak. Wah, dia lari sekuat-kuatnya. Tapi si penjahat lebih gesit dan tiba-tiba udah di belakang dia siap mengacungkan kampak. Kampak terangkat ke atas, siap membacok batok kepala temen gw.

Lagi seru-seru cerita gitu, trus dia bilang, "Lu tau nggak trus gw ngapain? Gw pencet aja command-Z! Gak jadi kejadian deh pala gw bocor." Duileeehh.. cerdas juga solusinya. Btw terlepas dari kosakatanya yang nge-Mac (command-z instead of control-z buat PC), gw pun sadar bhw gw pernah berpikir demikian. Dan pemikiran itu dateng tiba-tiba di momen2 paling nggak enak dlm hidup gw, contohnya:
  • Waktu menyaksikan alm. ayah mertua gw ketabrak motor gede. Saat dia terpental dan terbanting di aspal, otak gw langsung bereaksi: UNDO! Ctrl-z! Andai saja..
    Btw dia wkt itu nggak patah tulang, cuma memar2 saja dan dalam beberapa minggu sudah kembali seperti semula.
  • Waktu nabrak mobil orang di belokan. Tonggoku jadi saksi peristiwa ini. Gw teriak2, "Aduhhhh! Aduhh!" tp otak gw mikir spontan, AAARRHH mana tombol UNDO-nyaaa!! Coba gw bisa undo kejadian itu beberapa step ke belakang, gw gak akan keasikan ngobrol dan meleng gak liat jalanan.


Mungkin masih ada kejadian2 kecil lain yg menyebabkan gw berpikir spt itu, kayak numpahin minuman, jatoh, atau apa lah, tapi dua itu yg paling jelas gw inget reaksinya. Tapi benarkah hidup jadi lebih enak kalo semua bisa kita undo?

another day goes by when W scribbled at 4:12 p.m. | 13 comments

dinsdag, juli 12, 2005

Comfort Zone

Kata salah satu bekas dosen saya, tiap orang punya comfort zone yang bentuknya seperti lingkaran dengan kita di dalamnya. Di dalam lingkaran itu kita merasa nyaman dan tentram sehingga biasanya orang enggan melangkah keluar. Tapi guess what, ketika seorang berani melangkah setapak keluar, lingkaran itu pun bertambah besar setapak. Ih bingungin, yak?

Misalnya gini. Kalau pergi dari A ke B saya selalu naik mobil. Sebenernya ada sih keinginan naik sepeda, apalagi kalau hari bagus. Tapi pemikiran naik sepeda itu cape, kringetan, takut gak kuat, dll membuat saya nggak jadi2 naik sepeda dari A ke B. Naik mobil lebih nyaman dan sudah dijamin enak. Akibatnya saya tetap berada di lingkaran kenyamanan yang sama. Pilihan untuk naik sepeda tetap pilihan yg gak familiar, di luar lingkaran.

Tapi satu hari saya membulatkan tekad untuk nekad naik sepeda. Ternyata naik sepeda dari A ke B itu gak nakut2in amat. Sepuluh kilometer gak bikin p*nt*t gw berasep. Ternyata asik2 aja tuh. Nah jadilah naik sepeda dari A ke B bukan lagi sesuatu yang menakutkan. Dengan demikian comfort zone saya sudah meluas. Naik sepeda dari A ke B kini merupakan pengalaman yg sudah dicoba dan tidak unfamiliar lagi. Kesimpulannya berada dalam comfort zone memang enak, tp keberanian untuk keluar dari lingkaran juga ternyata pengalaman yang rewarding.

another day goes by when W scribbled at 8:41 p.m. | 14 comments

zaterdag, juli 09, 2005

Tentang membaca

Dari kecil dulu, kalau dengar kata membaca ya pikiran saya larinya ke buku, majalah, koran - atau media cetak lainnya yang bisa digenggam, dibolak-balik, dinikmati sambil tiduran, sambil ngeden di wc, atau sambil kelonan. Tapi sekarang banyak hal lain yang bisa juga dibaca tanpa melibatkan media cetak. Blog, misalnya. Atau koran online. Majalah online. Dan yang akan saya coba sekarang; buku donlod-an dalam bentuk file pdf dan audiobook dalam bentuk file suara.

Kemampuan bersiasat dikombinasi dengan bakat pelit a.k.a. hemat membuat saya rada anti membeli buku fiksi dengan tingkat kenikmatan sekali-pakai-buang *tissue kaliii*. Siasat kancil mencuri ketimun pun membawaku ke perpus. Kalau di perpus gak berhasil, cari di marktplaats (yg ngetopnya setara dengan e-bay di sini). Ketika respon dari marktplaats tak kunjung datang, terpaksa saya mencoba alternatif lain; donlod.

Begitulah. Kini saya mendapatkan 2 buku yang saya cita-citakan, dalam tampilan yang mengharuskan saya memelototi monitor, atau ngotot nge-print 300 halaman pdf per buku. Dan saya pun rada pengen tau, sama nikmatnyakah baca buku dalam jelmaan baru ini, atau buku format lama tetap lebih mantap dan gak ada matinya? We'll see ...

another day goes by when W scribbled at 3:47 p.m. | 14 comments