zaterdag, augustus 27, 2005

Blessing in Disguise

Di sebuah percakapan Y!M dengan tonggoku sebelum berangkat liburan:

+ "Dah buking hotel, Jek?"
- "Blum. Sedapetnya aja ntar."
+ "Gak serem, apa? Kan enak kalo semua udah jelas."
- "Emang. Tapi pergi tanpa buking bisa enak juga. Gak terikat waktu dan tempat, alias bebas ngelencer ke mana aja."

Dan ternyata keputusan tidak membooking apa2 cocok buat kondisi jalan2 kali ini, karena daerah tujuanku ternyata kena cuaca buruk dan bencana banjir sampe turis2 pada ngungsi dan jalan tol ditutup.
Rencana perjalanan akhirnya berubah banyak. Kita lebih ngelencer ke arah selatan dan malah bisa berleha-leha di bawah matahari terik di sini. Bagus banget euy!

Jadi daku tidak terlalu menyesal ketemu cuaca buruk di sana sini, karena ternyata jalan2 melenceng dari rencana pun asik2 aja. Lagian kan artinya plan A bisa minta diulang karena gak sempet ngeliat apa2 (liat contoh perbedaan harapan dan kenyataan, heheh ...)

PS. Foto dan sedikit cerita perjalanan ada di sini.

another day goes by when W scribbled at 6:37 p.m. | 20 comments

vrijdag, augustus 26, 2005


Tanah Berlangit Biru

Langit di luar jendelaku berwarna biru cerah, walaupun tidak selalu demikian. Kadang ia berwarna abu-abu ganas dengan petir yang menyambar-nyambar. Tapi itulah negeriku kini. Biru atau abu-abu, aku menerimanya sebagai anugrah yang menyapa saat aku membuka mata di pagi hari.

Negaraku bisa berubah. Tempat tinggalku apalagi. Warna pasporku, jika tidak lagi memungkinkan secara finansial dan birokrasi, mungkin juga akan berubah. Tapi hanya satu negara yang bisa kusebut sebagai tanah airku, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Tanah yang memberi nafas dan degupan hidup di urat nadiku; Indonesia.

Hanya satu tanah yang aku sebut rumah, dengan asosiasi kata pulang yang selalu merujuk padanya. Setelah 60 tahun merdeka, tanah airku masih bergolak di sana sini, namun ia tetap berdegup di bawah langit biru yang hampir selalu cerah. Aku tahu ia sedang berkembang dan bertumbuh dalam segala sisi. Baik atau buruk, ia tetap tanah airku. Dan cintaku selalu ada padanya, karena aku orang Indonesia, dimanapun aku berada.

Dirgahayu Indonesiaku.


Event 17-an ala BlogFam

another day goes by when W scribbled at 4:14 p.m. | 9 comments

zaterdag, augustus 20, 2005

Maap, yang punya rumah sedang hanimun!

Peta perjalanan sudah disiapkan. Buku buat teman di jalan juga sudah dipinjam dari perpus. Vignet jalan tol yang berlaku 10 hari juga sudah dibeli. Batere kamera sudah di recharge. Rute perjalanan pun sudah ditentukan. Dari kampungku ke arah selatan sekitar 700 km sampai ke puri ini (makasih yan buat tipsnya). setelah itu ke arah barat untuk romantis2an sama si abang sayang di daerah ini.

Masalahnya sekarang udah mau jam 1 subuh. Gw sama sekali belom mulai packing, malah ngapdet blog. Padahal besok rencana pagi2 banget berangkat. EGP lah, yang penting hanimunnnnn... here I comeeee!

another day goes by when W scribbled at 12:39 a.m. | 12 comments

donderdag, augustus 18, 2005

Tiga tahun jarak kita berikrar dan menyatukan hidup.
Tepat di titik akhir hidupku. Dan hidupmu.
Karena hari itu, hidup kita dimulai.

Dan setiap hari jatuh cintaku padamu.
Hari ini seperti kemarin, atau tiga tahun lalu.

Bedankt voor je liefde, sayang.

another day goes by when W scribbled at 12:28 p.m. | 15 comments

dinsdag, augustus 02, 2005


Broodje Tuna

Temen gw kasih resep yang gampaaaaaanng banget. Kalo bukan resep gampang mah diriku yg gaptek ini kaga suka. Pokoke resep yang dijamin pertama kali bikin langsung jadi, tanpa pake takeran atau ngukur2 macem2.

Bahan

  • 1 pak puff pastry (beli jadi di supermarket, isi 10 lbr)
  • Telur rebus
  • Telur mentah 1, untuk olesan
  • Kentang 2 butir
  • Tuna kalengan (in oil), buang minyaknya dan tiriskan
  • Bawang merah dan putih
  • Garam merica
  • Sisanya gak wajib, terserah. Kalo gw tambah bubuk kari sama rajangan daun bawang. Sesukanya aja.


Cara

  • Rebus telur 2 butir, kalau sudah matang dinginkan lalu potong bbrp bagian
  • Potong kentang bentuk kotak kecil2, kira2 1/2 cm
  • Tumis 1/2 matang
  • Masukkan bawang merah dan putih, tumis sampai agak layu
  • Masukkan tuna kaleng, aduk rata
  • Bumbui, tambahin macem2 kalo suka.
  • Susun potongan telur dan tuna di atas puff pastry, lipat, lalu oleskan kocokan telur di permukaannya.
  • Panggang sekitar 20-25 menit dalam oven dengan suhu 220 derajat C. Tinggal nunggu deh, pas oven dibuka.. weeehh wanginya profesional booo. Padahal sih gampang, hihi.. Pokoke penampilannya meyakinkan dah. Enjoy!

another day goes by when W scribbled at 6:51 p.m. | 16 comments