vrijdag, april 29, 2005

Pho

Berbahagialah mereka yang tinggal dekat dengan gerai Pho Hoa. Kopinya yang netes-netes dan bikin deg2an, fresh springroll-nya, atau sup ngebul pake toge seger dan daun ketumbar a.k.a. daun bangsat.

Kalo saya sih, nasibnya tinggal jauh dari tukang Pho Hoa, jadi daripada ngigo sambil ngiler, mending surping2 cari resep.

Bahan:
  1. 0,5 - 0,75 kg tulang sapi (yg ada sumsumnya lebih enak, buntut juga boleh)
  2. 3 l air
  3. 2 bh pekak (star anise)
  4. 1 bawang bombay
  5. 3 btr bawang putih
  6. 1/2 sdm merica hitam
  7. 2 sdm kecap ikan
  8. flat rice sticks (mie vietnam warna putih), rebus sesuai petunjuk kemasan
  9. daging sapi, iris tipis
  10. daun bawang, iris tipis
  11. daun mint
  12. daun ketumbar (coriander/cilantro)
  13. jeruk lemon untuk perasan


Cara:
  1. Tusuk bawang bombay dan bawang putih dengan tusuk sate, bakar di atas api sampai mulai menghitam. Atau boleh juga di grill.
  2. Masak semua bahan kuah (no 1 s/d 7)sampai mendidih, lalu diamkan dengan api kecil sampai 1.5 - 2 jam.
  3. Susun mie rebus dan daging sapi iris di mangkuk, siram dengan kuah mendidih.
  4. Taburi daun bawang, daun mint, daun kemangi, dan perasan air jeruk lemon


PS.
Resep ini sih dpt dari internet, kayanya resep dasar. Variasiin aja biar mirip Pho Hoa, pake bakso sapi, tauge, dan saus hoisin. Bisa juga diganti ayam.

another day goes by when W scribbled at 10:39 p.m. | 12 comments

woensdag, april 27, 2005

Everybody has a story to tell ...

Jika si Jekih memandang saya dengan matanya yang bulat dan bening, saya hanya bisa menebak-nebak apa maunya. Andaikan Jekih bisa bercerita, apa sih yang bakal diceritakannya pada saya? Tentang mimpi-mimpinya? Tentang hobbynya mengejar pantulan cahaya? Tentang cintanya pada saya? Tentang betapa bencinya dia dimandiin?

Jam-jam jaga warung di museum juga memberi banyak pelajaran indah. Orang-orang yang tadinya hanya kenal sekilas atau hanya tahu nama dan rupa saja, ternyata menyimpan cerita hidup yang kaya. Saya misalnya tidak bisa menyembunyikan kekaguman saya tentang berlimpahnya pengalaman hidup seorang pater berumur 76 tahun. Darinya memang selalu terpancar kebijakan seorang yang sudah kenyang pengalaman hidup. Tetapi ketika dia bercerita tentang berbagai pelajaran yang didapatnya selama menjalani hidup sebagai pater, wah .. who would've thought ...

Atau teman jaga warung tiap hari Selasa yang ternyata mahir melukis dengan jiwa dan perasaannya, tidak hanya dengan jari-jarinya. Dia yang menerjemahkan kesedihan dan harapan dalam sapuan cat, ternyata memiliki cerita hidup yang luar biasa. BTW ini salah satu lukisannya yang ditaruh di WC. Katanya ikan-ikan baru tenteram jika berada dekat air. Yaa.. air apa dulu, mbak. :-P

Cerita-cerita itu membuat saya yakin, setiap orang punya cerita hidup yang menakjubkan. Pikiran itu juga suka muncul saat saya misalnya melihat seorang ibu yang sedang naik sepeda dengan anaknya, atau seorang kakek bersama anjing pemburunya yang sering berpapasan dengan saya dan Brenda. What's the story behind those faces? Pasti menarik untuk didengar. Dan pemikiran seperti itu membuat saya terkagum-kagum, bahwa setiap individu tercipta unik dan spesial. Saya & kamu juga.

another day goes by when W scribbled at 2:10 p.m. | 10 comments

maandag, april 25, 2005

Usaha Minimal, Hasil Maksimal

Nah ini contohnya. Pengen bikin pizza tapi gak berani bikin adonan? Beli aja roti gede2 trus dioles2 dan ditabur2 bahan2 pizza. Simsalabim! Jadi deh pizza pemalas "bikinan sendiri" dengan bahan2 yang ada di kulkas atau di kebon. :-) Ini sih contoh aja, toppingan standar gituu.

Bahan:

  • Roti putih (roti tawar/roti prancis yg panjang juga bisa)
  • Saos tomat
  • Bruschetta mix atau tomato tapenade mix (optional, kalo nggak ada bisa pake taburan italian herbs kering yg botolan itu. ini optional juga lahh. yg gampang2 aja gitu)
  • Daging asap atau salami
  • Bawang bombay, iris tipis
  • Olive ijo/item, iris tipis (optional)
  • Jamur champignon, iris tipis (optional)
  • Keju parut

Cara:

  • Olesi roti dengan saos tomat dan mix
  • Susun asesoris pizza di atas roti
  • Taburi dengan keju parut
  • Panggang 10-15 menit di oven yg sudah dipanaskan dgn suhu 200 derajat C atau sampai keju meleleh.

another day goes by when W scribbled at 3:01 p.m. | 14 comments

woensdag, april 20, 2005

Serabi Saus Pisang



Mengingat:
Hari Kartini yang diperingati oleh BlogFam diramaikan dengan Lomba Memasak Virtual;

Menimbang:
Kemampuan memasak saya yang pas-pasan dan ketersediaan bahan-bahan di warung dekat rumah;

Memutuskan:
Membuat serabi telur dari resep mbah Tutup Panci yang telah dimuat di Info Dapur Blogfam pada tanggal 13 Oktober 2004, dengan modifikasi sedikit jadi serabi saus pisang.

Kenapa saus pisang? Karena di resep asli seharusnya saus gula diaromai dengan daun pandan, tapi saya warung saya gak jualan daun pandan. Adanya pasta pandan yg warna ijo. Kalo ini dipakai, nanti sausnya jadi warna coklat ijo. Blehhh.

Akhirnya pasta pandan dipakai untuk adonan serabi, dan saus gula pun diberi aroma khas dengan potongan pisang (perasaan dulu pernah makan serabi saus nangka. nah karena nangka gak ada juga *ih serba gak ada diriku ini*, ya pisang juga enak thooo..). Sekian dan terima kasih.

Ini dia caranya.

BAHAN SERABI:
  • 200 gram tepung terigu
  • 1 sdt baking powder
  • 300 ml santan kental
  • 1 butir telur
  • 1 sdt pasta pandan
  • 1/4 sdt garam

BAHAN SAUS:
  • 200 ml santan kental
  • 150 gram gula jawa, sisir halus
  • 1 buah pisang matang, potong dadu
  • 1/4 sdt garam



CARA:
  • Ayak jadi satu tepung terigu dan baking powder.
  • Kocok santan, telor dan 1/4 sdt garam sampai berbuih.



Masukkan tepung sesendok demi sesendok sambil dikocok dan tercampur rata. Masukkan pasta pandan, kocok lagi sampai merata.


Diamkan adonan selama 1 jam. Sementara itu, mari membuat saus pisang.


Didihkan semua bahan saus. Setelah mendidih, masukkan potongan pisang. Didihkan kembali selama 1 menit. Setelah itu matikan api dan tutup panci (beneran ini instruksi untuk menutup panci. Bukan lagi manggil Bu Tutup Panci, heheh..)


Sudah 1 jam kah? Kini saatnya menggoreng serabi.


Panaskan kl 2 sdm minyak dengan api sedang. Tuang kira-kira 3 sdm adonan, tunggu sampai keluar lubang-lubang kecil di permukaannya, tutup wajan sampai adonan matang. Angkat.


Serabi siap disajikan bersama saus pisang. Mmm... lekkerrrrr!

another day goes by when W scribbled at 11:08 p.m. | 22 comments

maandag, april 11, 2005

He was once my hero ...

Liatlah wajah di samping ini. Dia pernah membuatku siang malam tak bisa tidur. Mau tidur inget dia, mau makan, mau sekolah, mau ke wc, wajahnya terbayang-bayang. Namanya Klaymen, tokoh game computer The Neverhood. Udah lamaaa sekali, gw gak tau ada sequelnya apa nggak, atau ada versi PS-nya mungkin. Tapi aku kangen padanya. Dia satu-satunya game kompi yg sampe tamat dimainin karena bikin penasaran 1/2 mati. Selain settingannya bagus (animasi tanah liat) jalan cerita dan lagu2nya juga weird dan rada twisted, tapi menarik abis.

Ah, rasanya masih teringat saat berhasil men-solve puzzle terakhirnya. Di suatu malam berangin di thn 1996 .. sekitar jam 1.30 malam gw teriak2 bersama seorang teman yang juga penggila Klaymen, sementara satu temen lagi yg teronggok ngorok di sofa jadi terbangun karenanya. Niat banget. Abis selesai main, rasanya kosong gitu. Apa lagi yg mo di-solve? Apa lagi yg bisa jadi bahan diskusi seru? Life would never be the same without him. Ciehhh.. ngaco ah gw.

another day goes by when W scribbled at 10:23 p.m. | 15 comments

donderdag, april 07, 2005

Selada Bulgur Turki (Kisir)

Waaa ternyata makanan Turki itu enak-enak, ya. Waktu pertama kali makan Kisir, napsu banget pengen bikin. Cari-cari resep di internet sambil menduga-duga, apaan sih yang gw makan tadi itu?
Karena menduga-duga, first attempt gw nggak sukses. Suwer sampe saat ini gw gak tau apa bedanya bulgur dan kuskus, tapi yang tersedia di supermarket cuma kuskus dan gw pikir bentuknya mirip, akhirnya jadinya selada kuskus.
Ternyata gw diketawain habis2-an sama ibu2 Turki. Akhirnya dengan semangat 45 dan berbekal print-out resep dari internet, gw dateng ke toko Turki dengan niat sukses bikin kisir. Wah, mbak-mbak yang ada di toko itu helpful banget. Dia malah bilang resep gw itu versi susahnya. Sebenernya Kisir itu gampang aja. Yang penting bahan dasarnya bener. So, on my third attempt, I was able to produce a Turkish Kisir. Ahaaa ...

Bahan:


  • Bulgur 2 cup
  • Garam secukupnya
  • Air mendidih secukupnya
  • 4 sdm Pasta paprika (kalau nggak ada pasta tomat juga boleh)
  • 1 Bawang bombay merah (atau bawang bombay biasa), iris kecil
  • 1 cup Peterseli Turki (peterseli yang nggak keriting, tapi lurus seperti selderi), cincang kasar
  • 1/2 cup daun mint, cincang kasar
  • 1 tomat, buang bijinya, keringkan dan iris kotak kecil2
  • 3 lembar daun bawang, iris
  • 2 sdt bubuk paprika (boleh juga bubuk cabe kering. tp 1/2 sdt aja kali ye)
  • 1 sdt merica hitam (optional)
  • 3 sdm perasan jeruk lemon
  • 3 sdm Minyak zaitun

Cara:

  • Didihkan air.
  • Tuang bulgur ke dalam panci besar. Bubuhi garam secukupnya dan aduk rata.
  • Tuang air mendidih ke panci, sampai permukaan air sedikit lebih tinggi dari permukaan bulgur. Sedikiiiitt, kira2 1/4 cm.
  • Tutup panci dan biarkan bulgur matang sampai 10 menit.
  • Cicipi apakah cukup asin. Bulgur harus lembut tapi tidak basah. Kalau masih agak keras, tambahkan sedikit air mendidih, aduk, dan diamkan lagi beberapa saat.
  • Jika bulgur sudah siap, tuangkan semua bahan lainnya. Aduk merata.
  • Diamkan dalam kulkas beberapa saat, sajikan dingin.

another day goes by when W scribbled at 9:07 p.m. | 12 comments

woensdag, april 06, 2005

Hukuman

Waktu kecil, kenakalan saya sering mengakibatkan sabetan sapu lidi mampir di betis. Sepasang sapu lidi dijadikan satu, hasinya kecil-kecil cabe rawit. Pedessss dan bisa bikin nangis.
Hukuman yang saya terima adalah akibat dari perbuatan yang tidak berkenan di hati orangtua. Jadi urutannya adalah; nakal - dihukum. Tapi bagaimana bila nakalnya belum dilaksanakan, baru berpikir dan berencana mau nakal?

Dilema inilah yang sedang dipertanyakan banyak orang, karena hari ini pengadilan di Rotterdam menjatuhkan vonis bebas untuk seorang terdakwa perencana aksi terror di belanda. Masih muda lho, 18 tahun. Tujuh belas tahun waktu dia resmi jadi tersangka.

Padahal rencananya belum sampai terlaksana. Dia ditangkap dengan tuduhan merencanakan aksi terror karena di apartemennya ditemukan berbagai bukti yang menjurus ke arah itu. Jaksa penuntut umum menyatakan akan naik banding, karena si terdakwa sebenarnya dituntut 7 tahun penjara.

Patutkah seseorang dihukum untuk kejahatan yang belum terjadi? Film Minority Report kali ...

-----
Apdet.

Komen temanku si jamur mengakibatkan gw ngakak guling2 dah.

Alkisah ada danau yg ngga boleh dipancingi. Trus ada cewe naik sampan suaminya (suaminya hobi mancing) ke tengah danau, baca buku di sana (cari ketenangan ceritanya--red). Trus datang polisi pengawas danau, mo nangkep si cewe gara-gara mancing di sana. si cewe kaget dunk, nanya balik, "Lho saya kan gak mancing!" Bapak pol jawab, "Tapi mbak bawa alatnya!"
Eh si cewe gak mau kalah, "Kalo gitu saya laporin pak RT, bapak mo memperkosa saya!" Si polisi ganti kaget, "Eh saya kan gak memperkosa!" Jawab si cewe, "Tapi bapak kan bawa alatnya!"
Dah. Ayo ketawa dong ah! :D

another day goes by when W scribbled at 7:21 p.m. | 6 comments

zondag, april 03, 2005

When the sun shines



Ahhhh matahari bersinar cerah wiken ini. Rasanya nikmaaat banget, bisa main-main di bawah sinar matahari, sepedaan, main di kebun, jalan-jalan. Jiwa melayu gw merana kalo ga ada matahari. Jadi depresif kalo gelap-gelapan atau dingin-dinginan. Winter mah enaknya cuma buat kelonan. Gak lebih.

Kenapa ya, gw jadi hiperaktif dan riang gembira kalau banyak matahari. Mungkin hangatnya matahari mengingatkan pada kehangatan rumahku. Iya, rumahku yang dulu, di tanah yang mataharinya selalu bersinar garang. Rumahku yang di dalamnya ada mami, papi dan adik2. I am currently not home ... I'm so far away. *Mamiiiiiiiiii, aku kangen pulkammm!!!*

Posting gak berhubungan. Isi diluar tanggung jawab pengeblog.

another day goes by when W scribbled at 9:32 p.m. | 8 comments

zaterdag, april 02, 2005

Lazy Saturday Morning Redefined




Chocolate pancake with pecan & caramel ice cream,
topped with thick chocolate sauce,
and ganished with an extra amount of sunshine.

another day goes by when W scribbled at 2:17 p.m. | 5 comments