zaterdag, januari 31, 2004

Pempek Gagal ...

Waduuuhh demam pempek menimbulkan frustrasi nih. Gara-gara ngiler ngeliat laporan pempeknya Nyinyi dan SyL, hari ini gw berniat bikin sendiri. Waktu belanja ikan memang rada bingung, apa sih bahasa Belanda-nya ikan tenggiri? Tapi menurut pakar bikin pempek, sebenernya merek ikan tidak penting. Yang penting warnanya putih. Nah, gw samber aja deh sekotak koolvis fillet (nngg.. ga ketemu nih terjemahannya).

Ikan itu trus di-mixer dan dicampur tepung tapioka. Waah.. ternyata nggak nyampur bagus tuh, adonannya masih kelihatan bentol-bentol ikannya. Sampai di sini gw sih masih mikir; aahh... bentuknya aja jelek, rasanya pasti enak laah. Tapi setelah direbus dan digoreng .. iihhh jadinya koq gini sih, lengket-lengket. Mana digoreng nggak mau coklat lagi, rasanya seperti makan bola kanji. Hik.. hik.. di mana ya salahnya. Gw curiga mungkin salah ikan nih.

Akhirnya jadi nggak napsu lagi deh makan pempek. Masih sedih nih karena gagal. Padahal berhari-hari udah ngebayangin enaknya makan pempek bikinan sendiri di weekend ini. Tapi Jeki menganggap pempek bikinan gue itu enaaaaakkk sekaliiii.. mmmm...

another day goes by when W scribbled at 11:15 p.m. | 0 comments

donderdag, januari 29, 2004

Tutorial Cara Membuat Pasfoto Anjing



Panggil nama anjing yang akan dijadikan objek foto. Kalau dipanggil dengan nada baik-baik dia tidak mau datang juga, coba dengan nada galakan sedikit.



Suruh dia duduk dengan rapih, lewat instruksi semacam "sit!", "still!", atau "awas jangan kemana-mana!"


Jangan lupa, kebanyakan anjing itu jarang difoto. Mereka biasanya mengira kamera adalah mainan baru yang harus diendus-endus. Amankan lensa kamera Anda dari hidungnya yang basah.


Karena anjing mempunyai attention span yang rendah, biasanya dia cepat bosan jika kita hanya membidikkan kamera ke arahnya. Kepalanya mulai menengok ke kiri dan kanan untuk mencari permainan baru.
Di sini Anda harus bertindak. Coba arahkan kepalanya ke lensa kamera. Beri sedikit garukan di lehernya, biar anjing Anda sedikit betah berlama-lama jadi objek foto.



Bila cara di atas tidak mempan, bersikaplah brutal sedikit. Pegang moncongnya dan arahkan mukanya dengan paksa ke kamera Anda. Segeralah membidikkan kamera sebelum dia marah dan menggigit Anda.


Maaf, tutorial ini belum selesai, karena saya juga belum berhasil membuat pasfoto anjing yang bagus. ;-p

another day goes by when W scribbled at 4:01 p.m. | 0 comments

woensdag, januari 28, 2004

Dingin!
Laporan cuaca dari kampung saya: winter is here










Nyari apa sih, Jek?

another day goes by when W scribbled at 4:47 p.m. | 0 comments

maandag, januari 26, 2004

Terinspirasi atas posting mbak Beranda tentang pernikahan, ini tulisan untuk kartu undangan kita dulu, ditambahi sebait Gitanjali Rabindranath Tagore:
Engkau ada di pusat hatiku, karenanya kala hatiku berkelana ia tak pernah menemukanmu ...





another day goes by when W scribbled at 2:43 p.m. | 0 comments

Shoubox ada tapi koq scroll bar nongol keluar ya? Gimana sih bikinnya .. tulungin dunggg .... *gaptek*

another day goes by when W scribbled at 8:46 a.m. | 0 comments

zondag, januari 25, 2004

Ganti template atau nggak?

Ganti - nggak - ganti - nggak - ganti - nggak - ganti - nggak - ganti - nggak - ganti - nggak - ganti - nggak - ganti - nggak ... GANTI!

Tapi belum bisa pasang shoutbox ...

another day goes by when W scribbled at 7:33 p.m. | 0 comments

zaterdag, januari 24, 2004

Nasib Para Buku Liburan



Salah seorang teman dari masa lalu saya pernah bilang, "Buku baru hidup kalau dibaca." Pesan ini selalu saya ingat sampai sekarang. Bahkan ini menguat sebagai kebiasaan memberikan buku (terutama buku yang dibawa liburan) yang selesai saya baca ke orang lain. Semata-mata untuk menjaga agar buku itu hidup terus.

Hmm... sebelum saya pindah ke sini, semua koleksi Michael Crichton saya saya transmigrasikan ke seorang teman kantor.
"Selasa bersama Morrie" saya baca di salah satu perjalanan ke Bali. Ketika perjalanan selesai dia pun pindah tangan ke teman perjalanan saya.
"The Brethren" dari John Grisham menemani saya dalam liburan pertama ke Amsterdam. Setelah tugasnya selesai .. dia juga saya hibahkan ke seseorang, tapi lupa siapa..
"The Little Prince" dari Antoine de Saint-Exupery menemani saya dalam perjalanan ke Bali terakhir. Dia pun akhirnya saya tinggalkan di sana bersama seorang teman.
Terakhir, "Negeri Senja" dari SGA (gara-gara Atta nih) yang menemani saya pulang ke sini. Dia baru saya antarkan ke tetangga saya sebagai hantaran balasan atas sekotak nasi kuning dan dendeng ragi.

Catatan: hukum ini hanya berlaku untuk buku fiksi yang hanya asik dibaca sekali (kecuali mungkin "Selasa bersama Morrie" dan "The Little Prince"). Sebenarnya saya tidak begitu suka membaca fiksi, kecuali untuk teman perjalanan. Sedangkan buku-buku puisi saya pun hidup terus tanpa harus dilungsurkan, karena sering dibaca-baca.

another day goes by when W scribbled at 7:06 p.m. | 0 comments

vrijdag, januari 23, 2004

Dapet SIM!

Hahaha... saya baru ultah ke-35. Dan kemarin saya lulus ujian SIM. Akhirnya, setelah sekian lama disupiri, saya bisa menyupiri, although for a long time in my life I thought that I was born to be driven. Ternyata dapat SIM itu susah (dan mahal!). Untung langsung lulus, kalau harus ngulang, wah ...

Saya jadi terbayang-bayang di Indo, betapa mudahnya punya SIM. Bahkan orang yang belum pernah nyetir mobil pun bisa punya SIM. Dan sepertinya prosedur pembuatan SIM mendorong orang untuk cenderung mengambil jalan pintas, karena jalan yang lurus ternyata lebih rumit atau dirumitkan. Jadi, salah siapa?

Anyway, I'm so happy with my new license.

another day goes by when W scribbled at 8:57 p.m. | 0 comments

dinsdag, januari 20, 2004

Home is ...

... where the heart is. Negeri dingin ini bukan rumah saya. Matahari yang terbit pukul 08.30 pagi tidak bisa membuat saya merasa kerasan. Awan mendung dan hujan yang mengguyur sepanjang minggu hanya membuat mood saya tidak keruan. Jiwa saya hanya terhangatkan karena Huub ada di dekat saya, demikian juga Jeki dan Brenda. Sisanya, rasanya tak ada lagi keterikatan saya dengan tempat ini.

Apalagi dengan rencana transmigrasi ke Bali, semua jadi serba mengambang. Saya seperti pohon yang tak punya akar, atau tak punya waktu dan tak peduli untuk berakar. Percuma kan, membiarkan akar bertumbuh hanya untuk kemudian mencabut dan memindahkannya ke tempat lain. Tapi masalahnya, waktu mampu menumbuhkan akar. Makin lama saya di sini, saya yakin pasti tunas-tunas akar kecil akan bermunculan. Dengan perlahan dia akan mencengkeram tanah ini dan membuat saya mau tak mau kokoh berdiri di atasnya. Jadi, sebelum ini terjadi, cepetan dong pindahin gue ke Bali!

another day goes by when W scribbled at 5:27 p.m. | 0 comments

dinsdag, januari 13, 2004

Tempe Reloaded

Selamat buat SyL yang akhirnya sukses makan tempe buatan sendiri setelah 3x gagal. Bukan main usaha dan niat si ibu ini bikin tempe. Sekarang dengan menggebu-gebu malah ibu SyL sudah mulai dengan proyek tempe part 2: Tempe Reloaded. :-)

another day goes by when W scribbled at 8:40 a.m. | 0 comments

vrijdag, januari 09, 2004

Ketularan

Rupanya kerinduan saya pada Bali sudah menular ke Huub. It has captured his heart, too. Even in my wildest dreams, saya nggak pernah terpikir bahwa dia bisa jatuh cinta pada satu tempat sampai sedemikian. Sekarang dia bercita-cita untuk tinggal di Bali!!!! Horeeeeeee!!! I couldn't be happier.

Saya tahu bahwa butuh proses yang panjang untuk mewujudkan cita-cita itu. Tak apa, to be able to reside in Bali with Huub worths every second of it. Saya tidak berpikir dalam timeframe bulan, tapi tahun. So far kita baru mencari-cari informasi lewat internet. Peraturan keimigrasian Indonesia tentang emigrasi terkesan sulit. Tapi sekali lagi, tak apa. Kalo orang Betawi bilang, Ape juge gue jabanin!

Siapa tau beberapa tahun dari sekarang, saya posting lagi foto ini, tapi dengan saya dan Huub di dalamnya. ;-) Boleh dong, berangan-angan.



another day goes by when W scribbled at 8:38 a.m. | 0 comments

woensdag, januari 07, 2004

Zikir Semut

Semut-semut pun Kau anugerahi
sepercik cahaya pagi
hatinya yang Kaucintai
terang dalam kegelapan hari.

Ketika cahaya langit mekar
berjuta semut berzikir
Berderet di akar pohon
bagai beribu sufi
menyanyikan shalawat nabi

Karena kau anugerahi kekuatan
semut-semut dengan ringan
memanjat ranting dan daun
meletakkan cintaku
di putik bunga

Dan sang embun pun berkata:
Barangsiapa tak Kauanugerahi cahaya
akan tersuruk-suruk langkahnya
Bagai semut kehilangan kepala.

(Ahmadun Yosi Herfanda)

-------------
Update 18:45

Ternyata semut yang kecil dan sederhana itu bisa jadi inspirasi banyak orang. Ini ada satu lagi tulisan indah tentang semut dari boss-nya Beranda Rumah Kita.

Kafilah Semut
(Aly D Musyrifa)

Kuikuti kafilah semut di gurun sahara
Berdzikir mengetuk pintu langit memanggil Sulaiman Sang Raja
Seekor burung Hud hud terbang mengabarkan negeri impian
Ratu Balqis yang bermahkota kemuliaan
Bersepatu emas kebijkasanaan
Senyumnya menurunkan hujan
Menyuburkan tanah tanah gersang

Kuikuti kafilah semut menari mendaki cahaya
Bertahmid membuka gerbang keabadian Cinta
Seekor burung putih datang dari surga
Tak letih mengepakkan sayap sayapnya
Menjaga penuh kemesraan
Ia yang terbujur di tanah dengan senyuman

Kuikuti kafilah semut berduyun duyun membelah samodra
Terlunta dalam gelombang rindu dan derita
Bertasbih menyungkurkan dahi di kaki-Nya
Bagai gugur daun tersiksa menggapai tangkainya

another day goes by when W scribbled at 8:55 a.m. | 0 comments

maandag, januari 05, 2004

Kerinduan pada Bali

Ini entry diary saya dua tahun yang lalu, ditulis di tengah dinginya musim semi. Kerinduan pada Bali selalu menimbulkan perasaan yang sama, pun sampai sekarang.

Selasa, 2 oktober 01

Weekend kemarin saya melihat pemandangan gunung-gunung di Jerman. Bagus dan damai memang, tapi tak membuat saya tersentuh secara emosional. Saya merasa pengen nangis atau berteriak dan tiba-tiba sesak napas ketika melihat beningnya laut di Pulau Putri dan ikan-ikan yang berseliweran di dasar laut yang terlihat jelas.

Laut begitu dinamis dan kaya. Ada sesuatu yang jadi lebih hidup dalam sel dan darah saya saat memandang cakrawala biru pekat di Dreamland, atau saat sampai di Suluban, di mana cakrawala jadi satu dengan langit. Atau Jimbaran. Bahkan Kuta yang hingar bingar itu pun jadi romantis dan magis saat senja.

Saya kangen berada di tempat-tempat itu. Kerinduan pada satu tempat memang sulit dijelaskan dan dideskripsikan, karena itu adalah rasa tertentu yang hinggap pada kita di waktu-waktu yang sama sekali tak terduga.

Saya rindu Bali. Saya rindu laut tropis dan matahari garangnya. Saya rindu menonton langit jadi kanvas magis di senja hari. Saya rindu pohon kelapa dan langit biru. Pasir putih (atau hitam) dan ombak yang hangat. Ada yang menyentak dalam saya memikirkan semua ini. jiwa saya mungkin tertinggal di sana.


Photolog perjalanan Bali 2003 ada di sini.

another day goes by when W scribbled at 5:17 p.m. | 0 comments

zondag, januari 04, 2004

Short memory span

Berapa lama sih memory span anjing Jack Russel Terrier? Masalahnya gw masih penasaran. Si Jeki itu emang pelupa apa dia sok jual mahal?

Bayangin, gw pergi liburan lama, tiap hari terkenang-kenang Jeki. Kangen sama mukanya yang sok memelas kalo gw makan. Kangen sama pantatnya yang nyaris botak. Kangen sama paw-nya yang dingin dan kukunya yang panjang-panjang. Kangen sama sambutannya yang meriah setiap gw abis keluar rumah. Begitu masuk dia pasti loncat-loncat ke lutut gw dan belum berenti kalo belum gw kasih tangan gw buat digigit (gigit ayang sihhh).

Jadi wajar dong kalo gw pikir Jeki juga bakal ecstatic ketemu gw lagi setelah sekian lama. Huu.. ternyata bayangan pertemuan romantis seperti film India, lengkap dengan bunga-bunga, nyanyian dan lari-lari slowmotion itu tinggal bayangan. Jeki cuek2 aja. Dengan pantat megal-megol jalan-jalan kiri kanan, dia cuek aja pas gw panggil-panggil. Gak ada tuh loncat-loncat seneng. Gue samperin malah dia pergi. HUHHHHHH!!! Gak tau apa gue terkangen-kangen?!? Sampai seharian dia begitu terus. BIkin gondok!!

Besoknya mulai deh dia deket2in gw. Gw lagi komputer, dia tiduran di bawah kursi. Gw pindah ke sofa, dia ikutan. Hari ketiga, dia kembali jadi Jeki-nya gw yang dulu. Ngikutin kemana-mana, diam2 ikut masuk ke wc & kamar mandi, loncat-loncat kalo gw dateng.

Trus kesimpulannya, kenapa sih sambutannya cuek bebek gitu? Soalnya waktu gue pulkam taun lalu, peristiwanya sama persis. Apa Jeki rada telat mikir, jadi ingatannya pelan2 balik lagi? Gw nyari2 di internet blm ketemu soal memory span Jack Russel Terrier. Eh malah ketemu tulisan ttg JRT yang menurut gue Jeki banget deh:

Jack Russel Terriers are a big dog in a little body. They have the same need (or more!) for exercise as a much larger dog... and the mentality to match -- they think they are at least 150 pounds, and are fearless, often challenging other dogs three times their size.

Pesan sponsor: ini bukan fotonya Jeki.

another day goes by when W scribbled at 7:40 p.m. | 0 comments

zaterdag, januari 03, 2004

My computer is officialy dead.

Dia datang sebagai hadiah ulang tahun 2 tahun lalu. Dan sekarang, mungkin dia sengaja memilih bulan ulang tahun saya untuk berpisah selamanya.
We've shared so many wonderful things for the past 2 years. May he rest in peace in computer heaven. I've chosen a farewell epitaph to grace his tombstone in the virtual burial ground.

Every time we say hello
to some new encounter
We're on our way
toward goodbye
Some distance from the actual phrase
but moving toward it all the same

(Rob McKuen, Caught in the Quiet)


In memoriam, my beloved compie (Januari 2002 - Januari 2004)

another day goes by when W scribbled at 4:58 p.m. | 0 comments