woensdag, januari 07, 2004

Zikir Semut

Semut-semut pun Kau anugerahi
sepercik cahaya pagi
hatinya yang Kaucintai
terang dalam kegelapan hari.

Ketika cahaya langit mekar
berjuta semut berzikir
Berderet di akar pohon
bagai beribu sufi
menyanyikan shalawat nabi

Karena kau anugerahi kekuatan
semut-semut dengan ringan
memanjat ranting dan daun
meletakkan cintaku
di putik bunga

Dan sang embun pun berkata:
Barangsiapa tak Kauanugerahi cahaya
akan tersuruk-suruk langkahnya
Bagai semut kehilangan kepala.

(Ahmadun Yosi Herfanda)

-------------
Update 18:45

Ternyata semut yang kecil dan sederhana itu bisa jadi inspirasi banyak orang. Ini ada satu lagi tulisan indah tentang semut dari boss-nya Beranda Rumah Kita.

Kafilah Semut
(Aly D Musyrifa)

Kuikuti kafilah semut di gurun sahara
Berdzikir mengetuk pintu langit memanggil Sulaiman Sang Raja
Seekor burung Hud hud terbang mengabarkan negeri impian
Ratu Balqis yang bermahkota kemuliaan
Bersepatu emas kebijkasanaan
Senyumnya menurunkan hujan
Menyuburkan tanah tanah gersang

Kuikuti kafilah semut menari mendaki cahaya
Bertahmid membuka gerbang keabadian Cinta
Seekor burung putih datang dari surga
Tak letih mengepakkan sayap sayapnya
Menjaga penuh kemesraan
Ia yang terbujur di tanah dengan senyuman

Kuikuti kafilah semut berduyun duyun membelah samodra
Terlunta dalam gelombang rindu dan derita
Bertasbih menyungkurkan dahi di kaki-Nya
Bagai gugur daun tersiksa menggapai tangkainya

another day goes by when W scribbled at 8:55 a.m.