dinsdag, oktober 25, 2005

Berburu kastanye

Teman saya bilang, dia paling suka musim gugur. Bukan, bukan hujan derasnya atau anginnya yang bikin menggigil, tapi warna2 khas pohon2 di musim ini. Dan yang paling asik lagi; bisa mungutin kastanye (chestnut) yang pada jatoh ketiup angin.
Jadi gitulah. Berbekal ember dan sarung tangan (karena kulit luar buah kastanye tajem kaya landak), pasukan penggemar kastanye bergerak merambah hutan.

Hasilnya seember plus sekantong plastik kastanye, yang udah hampir abis karena sebagian dikasih ke tonggo, sebagian digongseng di oven, sebagian direbus pake anise seeds (yg baunya kaya pekak itu) ama garem. Enakkk.. trus koq gw jadi teringat makan biji nangka rebus yak? Rasanya mirip, cuma ini lebih gurihhh. Bedanya lagi biji nangka gak usah dikupas-kupas, sedangkan kastanye ngupasnya bikin mata juling dan jari2 kusut.






another day goes by when W scribbled at 8:54 p.m. | 23 comments

vrijdag, oktober 21, 2005

Seputar Meja Makan

Kejadian yang terekam di kamera saat makan sore sejam yang lalu. Ada penampakan tukang minta-minta dengan tampang memelas minta dilempar roti. Heran, padahal makan cukup, minum cukup, kasih sayang apalagi. Tapi hobinya minta-minta di bawah meja. Modalnya masang tampang tak berdosa dan kelaparan, seperti seminggu kagak dikasih makan. Sebenarnya ada lagi satu tukang minta-minta kecil di bawah kakiku. Tapi karena terlalu gelap, tampang memelasnya tidak bisa terekam jelas.

Foto satu lagi hasil campur2 pasta dan sayuran yang gak abis dimakan. Lumayan, recycle buat gendut2in perut.

Udah ah, emang lagi males ngapdet.

tukang minta

another day goes by when W scribbled at 6:31 p.m. | 12 comments

dinsdag, oktober 11, 2005


Lukalukaku

Kata bapakku aku ini accident prone, karena suka kesandung, jatoh, kepleset, kepotong, kejeduk, dan teman-temannya. Semuanya akibat ceroboh, grasa-grusu, buru-buru, kagak hati-hati atau malas.

Begitulah. Badanku seperti kanvas. Ada bekas goresan sana sini, korengan, luka bakar, tapi bekas jerawat gak diitung, lho. Seperti misalnya luka bakar di tangan kiri ini, diperoleh minggu lalu waktu lagi menggoreng sosis. Karena ceroboh, mentega panas nyiprat ke tangan dengan pola aliran sungai paralel. Panjang cipratan itu adalah hasil lambatnya reaksiku membawa si tangan ke bawah air mengalir. Sebenarnya bisa lebih cepat, tapi aku mementingkan sosis gorengku. Begitulah jadinya.
Tapi di tempat kerja, para rekan buruh mengagumi tanganku. Macho, keliatannya. Agak kepreman-premanan, lah.

Pagi ini aku punya luka baru lagi di pelipis kanan, plus bengkak sedikit gara2 kejeduk besi pembatas pintu kaca di tempat ngeburuh. Aduh, malunya setara dengan sakitnya. Tambah preman saja penampilanku. Tapi preman kejedug koq kesannya sangat tidak macho, yak?

another day goes by when W scribbled at 4:02 p.m. | 19 comments

donderdag, oktober 06, 2005

Bali, again.

The thought of Bali saddens me deeply. My most treasured spot in this universe is once again shattered. I felt like screaming from the top of my lungs while being trapped in an etherless space; nothing came out. Nothing but a silent scream with deafening echoes. There's so much anger and sadness, but I am so powerless.

another day goes by when W scribbled at 7:20 p.m. | 6 comments