zondag, maart 27, 2005

Sisa

another day goes by when W scribbled at 6:35 p.m. | 8 comments

zaterdag, maart 26, 2005

Seminggu berolahraga

Alasan orang berolahraga itu macem-macem, ya. Kalau saya sih pengen langsing ;-P dan tetep bisa makan enak. Ih, hedonis sekali kedengarannya. Tapi berhubung bakat dan niat olahraga tidak terlalu kuat apalagi menggebu-gebu, akhirnya dicarilah kompromi bentuk olahraga yang nggak terlalu memerlukan stamina, nggak ngebosenin, dan yang penting bisa bikin langsing barang sekilo dua kilo.

Jadi gitulah latarbelakangnya. Untung ada tetanggaku yang lebih niat langsing dan lebih termotivasi untuk rajin. Gw yang malesan dan bosenan ini akhirnya ikut2 selama seminggu setiap pagi sepedaan bareng 1 jam atau jalan kaki muter2 1.5 jam. Ternyata fun juga, apalagi didukung cuaca dan matahari bagus selama seminggu ini. Karena ada temen, sepanjang jalan bisa ngobrol ngalor-ngidul. Biasanya sih 1/2 bagian pertama niat ngobrol masih kenceng. Setengah bagian ke-2 mulai ngos-ngosan dan mikirin macem-macem. Pengen es krim lah, minum jus jeruk dingin, makan sambal terong pake nasi ngebul, ... pokoke gak cocok banget dengan misi pengen langsing.

Yo wis. Selama matahari masih bagus bersinar, mudah-mudahan kita tabah maju tak gentar sliweran di jalan kampung dan di hutan. Setelah seminggu gentayangan, saya rasanya makin mencintai kampung saya yang secuwil ini. Ternyata banyak tempat2 bagus yang belum bener2 dijelajahi dan ditualangi (lima sekawan sekali bahasaku). Mereka yang pernah ke kampungku (Retno dan Sa) pasti mengerti mengapa aku cinta kampungku.

another day goes by when W scribbled at 1:58 p.m. | 4 comments

zondag, maart 20, 2005

Hari Panekuk

Hari Sabtu adalah panekuk day di rumah. Jadi kalau tidak ada aral melintang atau godaan iman mendadak, hari Sabtu di dapurku pasti wangi panekuk sampe keluar-luar. Bikin Jekih dan Brenda setia menunggu di samping kaki kalo gw lagi masak.

Topping atau isinya bisa beda-beda, tapi pada dasarnya resep panekuk itu gampang banget. Ini panekuk belanda loh, yang mungkin posisinya antara pancake amrik yang tebel, dan crepes prancis yang tipis. Tebel-tebel kagak, gitu.

Panekuk bisa disajikan manis (dengan apel, sirup karamel, cherry, pisang, es krim, saus coklat, selai stroberi, dll) atau asin (dengan daging asap, bawang, jamur, ragout, keju, paprika, dll).

Resep dasar panekuk

BAHAN:

  • 3 butir telur
  • 500 gr terigu
  • 1 liter susu
  • 1/2 sdt garam


CARA:

  • Kocok telur
  • Tuang susu, terigu dan garam
  • Kocok sampai tercampur rata
  • Panaskan mentega dengan api sedang di penggorengan datar
  • Tuang adonan secukupnya, sampai dasar penggorengan tertutup
  • Tunggu sampai permukaan panekuk agak kering, balikkan dan panggang sisi sebaliknya sampai matang
  • Tumpuk panekuk di atas piring/pinggan hangat, sajikan dengan pilihan topping


VARIASI:
  • Panekuk apel: tambahkan 1 cup gula pasir dan 1/2 sdt bubuk kayu manis di adonan. Cara memasak: tuang adonan di penggorengan, susun beberapa irisan tipis apel di atas adonan, tunggu sampai agak kering baru balikkan.
  • Panekuk daging asap: tumis potongan daging asap, rajangan bawang bombay, jamur dengan mentega. Campur ke dalam adonan.
  • Panekuk isi ragout: biasanya sih gw beli jadi ragout kalengan. Kalo ga ada, bikin: cairkan 60 gr mentega, masukkan 60 gr tepung, aduk dengan api kecil sampai tercampur rata dan biarkan mendidih selama 2 menit. Tuangi dengan 1/2 liter kaldu (boleh kaldu asli atau pakai kaldu blok). Aduk dengan api kecil sampai mengental. Angkat & oleskan di panekuk. Ragout bisa divariasi dengan bawang bombay/irisan daging/jamur.
  • Gampang, kan? Variasinya banyak sekali sih. Kayaknya ini tipe makanan pasrah yang diapain aja enak. Ekperimen, men!

another day goes by when W scribbled at 1:26 p.m. | 11 comments

zaterdag, maart 05, 2005

Liat-liat sebelum motret

Hari ini saya mendapat pelajaran penting dalam hal membuat foto. Biasanya begitu melihat obyek foto atau momen bagus, jari telunjuk langsung terlatih untuk memencet tombol opname. Tanpa ba-bi-bu kiri kanan, obyek foto harus segera diabadikan.

Tindakan refleks ini memang bagus untuk dipraktekkan, agar kita tidak kehilangan momen. Tapi awas, kadang-kadang saking napsunya motret, kita jadi lalai memperhatikan kemungkinan obyek-obyek foto tak bertanggung jawab yang ikut terekam oleh lensa kamera.

Contohnya foto pagi di hutan setelah hujan salju semalaman ini. Foto ini buat saya mampu menggambarkan kesegaran suatu pagi yang dingin dan sunyi, dengan skema warna yang nyaris hitam putih. Perfect! Weittsss.. tunggu dulu. Apa itu obyek dekil di pojok bawah? Koq sepertinya tidak fit-in di skenario foto saya?
Setelah foto ditransfer ke komputer dan dilihat dengan ukuran 100% ... Oooooo tidakkkkkkkkk!! Ada Jekih dalam posisi asusila, tidak manusiawi (emang bukan manusia sih), penuh noda, tak tau malu!!! DASAR TUKANG KENCING SEMBARANGAN!!!

------
Makasih buat blinkies idol yang sudah bikinin blinkies-ku yg pertama (dan kedua, ketiga, keempat, dst). Kau memang penuh bakat, dik. Liat nih:

another day goes by when W scribbled at 4:41 p.m. | 22 comments