zondag, januari 15, 2017

A journey of a thousand miles begins with a single step, says Lao Tzu. So there, the tickets are booked and issued for € 447 per person with British Airways. AMS - HEL is a codeshare flight with Finnair, so I see it as a little bonus in my trip; flying new airlines to a new airport  in a country I've never been before.

another day goes by when W scribbled at 7:13 p.m. | 0 comments

donderdag, december 15, 2016

There are far fewer fishes in the sea, my love.
Then all the kisses that your lips will find here waiting.
  - English translation from Chega de Saudade -

Orang kangen memang punya vitamin ekstra buat bikin kata2 dahsyat. I wish I spoke the language.

another day goes by when W scribbled at 1:06 p.m. | 0 comments

Surprise

donderdag, februari 11, 2016

Matahari bersinar cerah, dapur saya wangi applesauce  cake yang baru keluar dari oven. Tiba2 bel pintu berbunyi dan di depan pintu berdiri 2 anak laki2 yang umurnya sekitar 7-8 tahun. "Mevrouw, bunga ini untukmu," kata anak berjaket merah sambil memberi sepucuk bunga ungu. Memangnya saya abis ngapain, tanya saya bingung. "Zomaar," katanya. Ach, wat lief.


another day goes by when W scribbled at 12:24 p.m. | 0 comments

donderdag, april 28, 2011

LXVIII

Tiba-tiba jendela hatiku terkuak lebar-lebar pagi ini, jendela yang menghadap ke dalam hatimu.
Aku heran melihat bahwa nama yang dengannya engkau mengenaliku tertulis di dedaunan dan bunga-bunga bulan April, dan aku duduk membisu.

Tirai telah disingkapkan sejenak antara lagu-laguku dan lagu-lagumu.
Kudapati bahwa terang pagimu mampat dalam lagu-laguku yang membisu tak dinyanyikan; Kupikir bahwa aku akan mempelajarinya di kakimu - dan aku duduk membisu.

(Musim Panen, R. Tagore)

another day goes by when W scribbled at 12:08 p.m. | 0 comments

zaterdag, september 19, 2009


Ultah pertama


Ulang tahun sebenernya perayaan bersama ibu dan anak, karena kehadiran seseorang di dunia, adalah hasil akhir perjuangan fisik dan mental ibunda yang mempertaruhkan hidup untuk memberi hidup pada si jabang bayi.

Jadi, buat Tonggo tercintah yang hari ini genap 1 thn jadi mama, selamat ulang tahun untuk Dinda, dan untuk mboke juga.

---------

Sajak Ibunda
WS Rendra

Mengenangkan ibu
adalah mengenang buah-buahan.
Istri adalah makanan utama.
Pacar adalah lauk pauk.
Dan Ibu
adalah pelengkap sempurna.
Kenduri besar kehidupan.

Wajahnya adalah langit senjakala :
keagungan hari yang telah merampungkan tugasnya.
Suaranya menjadi gema
dari bisikan hati nuraniku.

Mengingat ibu,
aku melihat janji baik kehidupan.
Mendengar suara ibu,
aku percaya akan kebaikan hati manusia.
Melihat foto ibu,
Aku mewarisi naluri kejadian alam semesta.

Berbicara dengan kamu, saudara-saudaraku,
aku pun ingat bahwa kamu juga punya ibu.
Aku jabat tanganmu,
aku peluk kamu di dalam persahabatan.
Kita tidak ingin saling menyakitkan hati,
agar kita kita tidak saling menghina ibu kita masing-masing
yang selalu, bagai bumi, air dan langit,
membela kita dengan kewajaran.

Maling punya ibu. Pembunuh punya ibu.
Demikian pula koruptor, tiran, facist,
wartawan amplop, dan anggota parlemen yang dibeli,
mereka pun juga punya ibu.
Macam manakah ibu mereka?
Apakah ibu mereka bukan merpati di langit jiwa?
Apakah ibu mereka bukan pintu kepada alam?


Ibu, kini aku mengerti nilaimu.
Kamu adalah tugu kehidupanku,
yang tidak dibikin-bikin dan hambar seperti Monas dan Taman Mini.
Kamu adalah Indonesia raya.
Kamu adalah hujan yang kulihat di desa.
Kamu adalah hutan di sekitar telaga.
Kamu adalah teratai kedamaian samadhi.
Kamu adalah kidung rakyat jelata.
Kamu adalah kiblat hati nurani di dalam kelakuanku.

another day goes by when W scribbled at 9:56 p.m. | 3 comments

donderdag, juli 09, 2009

Tentang Mimpi

Waktu masih kecil saya pernah ngotot-ngototan dengan seorang dokter gigi. Menurut dia, mimpi manusia itu sama dengan mimpi anjing, tidak berwarna. "Tapi koq mimpi saya berwarna?" tanya saya dengan nada masih ngotot. "Ah nggak mungkin," katanya, "otak manusia tidak secanggih itu."

Yah, namanya juga anak kecil. Saya cuma bisa ngotot tapi gak bisa ngasih argumen ke si dokter gigi. Tapi sejak itu, saya jadi lebih aware dengan mimpi. Bukan hanya itu, saya juga berani ngotot lebih nekad, bahwa mimpi saya berwarna. Karena sesudah percakapan itu, saya bermimpi dililit pakai handuk MERAH TUA. Warna! Saya masih ingat pagi itu ketika bangun tidur, saya langsung teringat pada si dokter gigi. I do dream in colour!

Masalah dengan si dokter gigi berakhir di sini. Kasihanlah kalau mimpinya nggak full-colour. Kemarin dulu saya baca di majalah, memang ada orang yang bermimpi hitam putih, ada yang berwarna. That explains. Tapi yang paling lucu, ada orang yang pernah mimpi pake subtitle. Kocakkkkk!! Jadi mimpinya dalam Bahasa Inggris, tapi subtitle-nya pakai Bahasa Belanda. Katanya itu terjadi setelah dia seharian nonton tivi nyaris non-stop.

Sebenarnya yang paling asik adalah mimpi di mana kita sadar bahwa kita sedang bermimpi. Artinya kita bebas melakukan apa saja, wong cuma mimpi gitu loh. Ternyata ini bisa dilatih, lho. Namanya lucid dreams (kaya di film Vanilla Sky nih). Caranya, kita membiasakan diri untuk setiap kali bertanya pada diri sendiri, ini mimpi atau bukan? Jadi tiap hari kalau ingat, kita melatih pikiran untuk stop dan menganalisa situasi saat itu; mimpi atau bukan. Lama-lama ini akan jadi kebiasaan, dan dalam mimpi kita pun akan melakukan hal yg sama. Jika dalam mimpi kita sadar bahwa kita sedang bermimpi, there's no limit to what you can experience, man!

another day goes by when W scribbled at 8:43 p.m. | 3 comments

maandag, februari 16, 2009

Perpisahan yang mendekat

Di kumpulan mp3 saya ada lagu kaya gini:

ternyata tanpamu langit masih biru
ternyata tanpamu bunga pun tak layu
ternyata dunia tak berhenti berputar
walau kau bukan milikku

Walau konteksnya lain, tapi perasaan ini yang selalu datang ketika menghadapi kemungkinan sebuah perpisahan yang definitif. Dunia tetap sama, ketika bangun tidur masih ada matahari yang bersinar atau akan bersinar. Langit masih biru (kadang-kadang kelabu), tapi semua berjalan normal. Sepertinya. Tapi saya pengen protes; semua nggak baik-baik saja. Ada yang tidak akan berjalan seperti biasanya.

3 Juli 2004. Saya pernah menulis hal yang sama tentang ayah mertua di blog ini. Kini skenario yang sama terulang pada ibu mertua saya. Sepertinya hari ini dia berhenti berjuang dan memasrahkan dirinya pada Yang Punya Hidup. Alasan saya berkesimpulan begini adalah karena dia ingin menerima sakramen terakhir hari Kamis mendatang. Dia yang hidupnya begitu sibuk dan aktif, kini tinggal tubuh kurus yang bertubi-tubi didera obat-obat keras dan morfin penahan sakit. Tidak adil rasanya menyaksikan bagaimana kanker merenggut dan menjauhkannya dari hal-hal yang disukainya, seperti jalan-jalan, nyetir mobil ngiter2, naik sepeda, dansa, rapat ini-itu di organisasi para senior, yoga, berenang, dll. Saya pengen protes melihat situasi seperti ini. Tapi pada siapa?

Beberapa hari yang lalu vonis itu jatuh. Kata dokter, the end is near. Sejak itulah semua menjadi begitu nyata dan dekat. Perpisahan yang tak terhindarkan. Saya benci semua jenis perpisahan, apalagi yang ini. Rasanya seperti meluncur tak terkendali ke satu titik, tanpa bisa berbuat apapun untuk menghindari atau memperlambat lajunya.

Di satu pihak, saya benar-benar tidak ingin kehilangan dia. Tidak mau. Tapi jika melihat begitu kejamnya kanker menggerogoti tubuhnya, betapapun berat rasanya, saya akan merelakan jika perpisahan keparat itu datang. But there's one thing that will not leave me; the memory of her as a caring and loving mother, she who has lived life to the fullest.

Besok matahari masih akan bersinar ....

another day goes by when W scribbled at 8:05 p.m. | 10 comments