donderdag, juli 09, 2009

Tentang Mimpi

Waktu masih kecil saya pernah ngotot-ngototan dengan seorang dokter gigi. Menurut dia, mimpi manusia itu sama dengan mimpi anjing, tidak berwarna. "Tapi koq mimpi saya berwarna?" tanya saya dengan nada masih ngotot. "Ah nggak mungkin," katanya, "otak manusia tidak secanggih itu."

Yah, namanya juga anak kecil. Saya cuma bisa ngotot tapi gak bisa ngasih argumen ke si dokter gigi. Tapi sejak itu, saya jadi lebih aware dengan mimpi. Bukan hanya itu, saya juga berani ngotot lebih nekad, bahwa mimpi saya berwarna. Karena sesudah percakapan itu, saya bermimpi dililit pakai handuk MERAH TUA. Warna! Saya masih ingat pagi itu ketika bangun tidur, saya langsung teringat pada si dokter gigi. I do dream in colour!

Masalah dengan si dokter gigi berakhir di sini. Kasihanlah kalau mimpinya nggak full-colour. Kemarin dulu saya baca di majalah, memang ada orang yang bermimpi hitam putih, ada yang berwarna. That explains. Tapi yang paling lucu, ada orang yang pernah mimpi pake subtitle. Kocakkkkk!! Jadi mimpinya dalam Bahasa Inggris, tapi subtitle-nya pakai Bahasa Belanda. Katanya itu terjadi setelah dia seharian nonton tivi nyaris non-stop.

Sebenarnya yang paling asik adalah mimpi di mana kita sadar bahwa kita sedang bermimpi. Artinya kita bebas melakukan apa saja, wong cuma mimpi gitu loh. Ternyata ini bisa dilatih, lho. Namanya lucid dreams (kaya di film Vanilla Sky nih). Caranya, kita membiasakan diri untuk setiap kali bertanya pada diri sendiri, ini mimpi atau bukan? Jadi tiap hari kalau ingat, kita melatih pikiran untuk stop dan menganalisa situasi saat itu; mimpi atau bukan. Lama-lama ini akan jadi kebiasaan, dan dalam mimpi kita pun akan melakukan hal yg sama. Jika dalam mimpi kita sadar bahwa kita sedang bermimpi, there's no limit to what you can experience, man!

another day goes by when W scribbled at 8:43 PM

3 Comments:

Anonymous aida said...

Wen,lama ga jumpa ikutan mesbuk juga ga ? btw soal mimpi, mimpiku juga berwarna lho kaya tepe jaman sekarang aja. Kalo mimpiku mau masuk wc atau nongkrong mau pipis, nah otakku selalu bilang 'bangun da, bangun kalo ga loe pipis beneran di kasur' Ini bener bisa dikontrol, soalnya kalo perintah otak aku ignor, lsg bangun dan mesti tunggang langgang ke wc. Kacau....

9:12 PM

 
Anonymous Anoniem said...

sama tu kyk mbak aida. baru skrg2 aja pas udah gede bisa ngontrol itu. dulu2 kebablasan suka ngompol :P

++tongbem

9:48 PM

 
Anonymous RIU said...

kalo mimpi-q terkadang seperti cerpen,..bisa diingat kisahnya,apalagi warnanya,..seru juga kali ya kl q kumpulin mimpi mimpi-q jadi sebuah cerpen,...berarti dokter itu bener bener salah mba,..atau mungkin memang mimpinya dia tidak berwarna,blank

9:32 AM

 

Een reactie plaatsen

<< Home