dinsdag, maart 25, 2003

Pengangguran banyak acara


Gila. Minggu ini acara gue padat banget. Sampai2 Ulla Becker pun harus ganti jadwalnya waktu minta gue jadi penterjemah intake gesprek dia. Bener2 deh. Sekarang gue punya waktu buat nginternet, rasanya asik banget. Tapi banyak yang jadi terlantar. Buku teori nyetir aja belum disenggol2 lagi. Huub udah rada senewen. Gimana sih, ortu gue aja gak ngojog2 gue suruh belajar. Hehe..

another day goes by when W scribbled at 7:50 p.m. | 0 comments

Kenalin warna dong!


Di sekolah kita ngomingin soal pepatah. Kalo ada orang bilang "kamu mesti kenalin warna dong!" itu artinya kamu mesti jelas ambil posisi setuju/gak setuju, iya/nggak. Prinsipnya, bisa bilang sebenernya gue pro item dan kontra item, dan definitely gak boleh abu2.
Sama juga sekarang, di luar koq rada sedih cuacanya. Padahal kemarin banyaak bangeeet matahari sampe gue bisa duduk2 di luar dengan kaus tangan pendek. Hari ini sebenernya rencana naik sepeda ke museum. Tapi ngeliat cuaca seperti ini.. jadi males deh. Mendingan dianterin naik mubil. Kalo gue keluar gue mo liat ke langit dan ngomong, "Lu gak tau warna ya. Jadi sebenernya apa, mendung atau terik?! Dasar buta warna!"

another day goes by when W scribbled at 9:15 a.m. | 0 comments

zaterdag, maart 22, 2003

Gue dong punya ADSL :-)

Horeeee! udah punya ADSL. euphoria on-line tak terbatas berfungsi seperti aphrodisiak buat gue. jadi napsu online mulu. yang ada di pikiran cuma online, online, online. hmmm...

another day goes by when W scribbled at 6:25 p.m. | 0 comments

vrijdag, maart 14, 2003

Masih tentang ortu

Ada leestekst menarik yang kita bahas di kelas. Isinya penelitian kenapa balita yang udah bisa jalan sendiri, selalu berjalan kira2 2,5 meter di belakang ortu-nya. Bukan karena mereka nggak bisa keep up, karena kalo ortu stop, mereka juga stop. Kalo ortu jalan lambat, mereka juga jalan lambat. They do it in order to get a full visual view of their parents. Karena kalo jalan terlalu dekat, mereka hanya bisa ngeliat betis atau punggung papi dan mami.

Hei, mungkin tema hidup saya dalam minggu ini hubungan anak orang tua, karena saya juga masih berdebar-debar akibat puisi ortu-nya Ernesto. Habis baca puisi itu, saya langsung nilpun mami & papi karena kangen denger suara mereka. Hmm..

I guess in a way, saya tetap balita yang jalan 2,5 meter di belakang mereka. Setelah jauh dari rumah, baru saya bisa melihat mereka secara utuh. Ternyata apa yang ditulis Ernesto bener. My parents know me to well. Meskipun nggak dalam skala fine details, tapi paling nggak mami/papi bisa berempati dengan suasana hati saya. Semakin tua (dan semakin jauh dari rumah) saya jadi semakin sadar, ortu selalu mau yang terbaik buat saya. Sepak terjang saya yang amburadul dan menganggap ortu hidup di dunia yang berbeda, ternyata sekarang terlihat stupid dan childish di mata saya. Ah, kebijaksanaan seorang mami dan seorang papi. Siapa yang bisa ngalahin?

another day goes by when W scribbled at 9:57 a.m. | 0 comments

woensdag, maart 12, 2003

Tentang intuisi ortu

Saya lagi share sama frengsi tentang intuisi ortu. Ah kalo udah jauh dari rumah baru semua terlihat jelas...

To my father

You wonder what become of your son
you want to know more about me
you wonder
and if I come home you'll look me in the eye
and your smile searches for answers
you remember my letters, my cards
and the last time we saw each other.
And I wouldn't know what I have to say
to avoid your curiousity,
maybe I tell you something ordinary out of the blue
but your intuition
sharp and merciless
seizes my deepest darkest thoughts
and reveals
every secrets that I hide.

(Ernesto Rivas Arevalo)

another day goes by when W scribbled at 9:21 p.m. | 0 comments

Hei, udah musim semi lagi!



Saya tak pernah menduga permbicaraan tentang musim bisa begitu menarik. Seorang teman bercerita kemarin dia melihat kelopak bunga pertama mulai mekar. Hei, saya juga, sehari sebelumnya malah, dan peristiwa itu bisa menimbulkan kegembiraan yang khas. Para groundhog pun mulai bermunculan ke permukaan tanah, meninggalkan banyak timbunan tanah di kebun2, pertanda musim dingin sudah selesai. Semua orang get excited dengan tanda2 pertama musim semi. Ah, ekstasi ekslusif untuk negara dengan banyak musim. Salju pertama, kuntum bunga pertama, hari terik pertama. Hmm, saya kangen musim panas. Hari2 yang identik dengan celana pendek, puas naik sepeda, cool iced lemon tea, berenang di danau, dan musim stroberi. Horeeee!

another day goes by when W scribbled at 9:17 p.m. | 0 comments