zondag, november 28, 2004

Hidup bertetangga

Saya bersyukur punya tetangga-tetanga yang brighten up my day. Nah para tetangga ini ada yang berjenis tetangga virtual dan tetangga non-virtual, dalam arti rumahnya memang secara geografis deket banget, hanya beberapa kayuhan sepeda. Jadi hanya butuh beberapa menit saja untuk menjumpainya, bahkan mungkin beberapa detik kalau bersepeda dengan perut lapar setelah mendapat panggilan makan-makan. Seperti kemarin ...

Menurut saya beginilah kehidupan bertetangga yang ideal. Pulang kerja sambil manasin sotomie, saya punya ide untuk ngajak Ria makan sotomie bareng. Begitu saya tilpun, Ria langsung nyerocos, "Kemana aja dikau, ditilpun seharian gak ada. Aku bikin pecel pake lontong nih, ayo datang! Habis aku kan tahu kamu hari ini mau dateng ngambil chinese cooking wine. Cepetan!"

Begitulah tipikal percakapan dengan si tetangga beneran itu. Akhirnya setelah melalui negosiasi alot tentang siapa ke rumah siapa dan makan apa, dengan sukarela saya genjot sepeda ke rumahnya, lengkap dengan sebungkus sotomie, sekotak kue kering lebaran dan tentu saja kamera untuk mendokumentasikan pertemuanku dengan pecel dan rempeyek seksih menggoda itu. Maap, maap ...

another day goes by when W scribbled at 3:14 p.m. | 34 comments

vrijdag, november 26, 2004

Kriteria cowok idaman

Setelah melalui analisa dan pengamatan terhadap cowok2 yang pernah saya sukai (terutama waktu masih muda dulu .. ehemm), ternyata ada beberapa kriteria tertentu yang bisa yang membuat saya suka, kagum, naksir, jatuh cinta, atau sekedar had a crush;
1. Jago main musik
2. Jago menulis
3. (yang ini purely physical) Pake kacamata

Lahhh.. ternyata hubby tercintaku sekarang ini bukan pemain musik. Tulisannya tidak membuat saya kejang-kejang. Tapi .. mulai hari ini, dia masuk dalam pria idaman kategori 3. Hahaaa... Huubki mulai hari ini harus berkacamata. Well, berkacamata atau tidak, aku tetap cinta padamu, meskipun aku kepingin nonjok ketika dia menatapku dan berkata, "Ooooh.. ternyata begini rupa istri saya." DZIGGG!!

Hari ini juga saya sukses membuat sotomie a'la Mbak Rieke. Mm... sukses daku. Makasih ya Mbak, buat elmunya. Lagi dingin-dingin makan sotomie ngebul, uenak tenaaannn.

another day goes by when W scribbled at 7:28 p.m. | 5 comments

maandag, november 22, 2004

Ucapan terima kasih

Ehem... melalui posting ini saya mau berterima kasih kepada dapur ikaray yang telah membantu saya mewujudkan cita-cita makan oseng-oseng tempe. Terima kasih juga atas tutorialnya yang telah memposisikan saya sebagai koki kesayangan suami. Tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk para ibu-ibu arisan yang rajin memamerkan masakan indonesia di blognya, sehingga saya yang gaptek masak ini jadi agak tertantang untuk menghilangkan kegaptekan. I love you, dah!

another day goes by when W scribbled at 8:01 p.m. | 12 comments

zondag, november 21, 2004

Saturday

Yak! Aku bertemu lagi dengan si tetangga wiken ini. Acaranya jalan-jalan ke toko oriental, ngeborong makanan dari kampung halaman. Demi tenggang rasa terhadap sesama blogger yang tinggal jauh dari rumah, aku tidak akan memuat gambar kripik singkong, kacang bogor, tempe, dan tahu yang kutemukan kemarin.


Selain itu hari Sabtuku juga diisi dengan acara dogspotting. :-P


Memang Jekih selalu ingin tahu urusan orang .. eh, anjing lain. Kasihan Brenda yang sebenarnya sudah tenang-tenang clingak-clinguk di jendela, akhirnya harus berbagi view dengan si ingin tahu. Tapi itu namanya cinta kali yak, seperti kata kartun di koran, love is ... sharing everything with your beloved.

another day goes by when W scribbled at 2:55 p.m. | 5 comments

zondag, november 14, 2004

Lebaran di tetangga

Aku biasa menyebutnya si tetangga karena pada prinsipnya dia temen arisan terdekat yang rumahnya cuma beda propinsi. Tapi alamak, baru kemarin aku sadar, ternyata rumah si tetangga itu jaraknya lumayan jaohhhh. Dengan nyetir ngebut saja, diperlukan sekitar 40 menitan untuk menjumpainya.

Karena si tetangga jugalah, aku bisa ketemu kupat kumplit di hari Lebaran. Bayangkan, dia memasak lontong kumplit dengan rendang, sayur labu, sayur buncis, dan... karena tau aku ngidam sambel krecek, dia pun masak sambel krecek buatku. Sampai di sini aku hampir menangis terharu, tapi tak jadi karena ternyata kreceknya tidak sukses hihihi... jadinya kita tertawa2 saja karena Retno lupa baca instruksi yang tertera di bungkus krupuk krecek h*r*m itu. Jadi Bang, lain kali direndem dulu, yak! ;-P

Selain ngetawain sambel krecek, kita juga bisa ngetawain Huub yang sok berani nyoba es krim duren. Mmm... es krim duren memang enak, tapi aku tau Hubki itu gak tahan bau duren. Dulu pernah kita lagi jalan-jalan di pasar dan tercium aroma duren, langsung hidungnya mengendus-endus, "Waaakkks bau apa iniiii??!??" Makanya aku cuma memberi sesendok kecil saja pada si sok tau, untuk mencobanya. Tuuh bener kan, mukanya langsung mengkerut, tapi dengan sopan masih tersenyum sambil bilang, "Kamu aja deh yang makan". Sok tau sih lu, ah! Padahal Geno-nya Retno santai2 aja makan es duren. Mmmm...

Sesudah makan, sambil minum teh dan kopi, aku dan Retno sempat juga ngetawain Hubki lagi yang dengan bangga memproklamirkan dirinya suka lagu disko. Huahahahaha... no comment dah saya. Pokoknya aku cinta padamu lah, Bang. :-P

Terima kasih ya Retno dan Geno, untuk a memorable evening. Nanti gantian aku yang masak sambel krecek ya, dan acara hiburannya ... disko bersama Hubki ...hihi..



another day goes by when W scribbled at 11:20 a.m. | 12 comments

woensdag, november 10, 2004

Euphoria pulkam sudah berakhir. Tapi masih setumpuk kangen yang terbawa kembali. Salah kalau dibilang pulkam itu pemuas kangen. Yang benar, kangen jadi berlipat ganda saat pulkam berakhir. Ah aku tidak suka masa pasca pulkam. Kembali ditemani awan mendung dan kabut dingin, serta suara setumpuk kenangan yang tercitra lewat berjuta pixel.

another day goes by when W scribbled at 3:04 p.m. | 12 comments