maandag, juni 16, 2008

Bahasa Asing

Be patient toward all that is unsolved in your heart and try to love the questions themselves, like locked rooms and like books that are now written in a very foreign tongue. - Rainer Maria Rilke

Kalo baca kalimat ini saya selalu kepikiran pada lagu-lagu tertentu. Kenapa lagu dalam bahasa yang benar2 asing terdengar lebih eksotis? Padahal, tak satupun kata dari lagu itu bisa dikenali. Gawatnya, tema lagunya sendiripun, masih tanda tanya. Sukur-sukur kalo tentang hal yang indah seperti cinta. Yang konyol kalo lagunya romantis tapi jangan-jangan lirik lagu bercerita tentang peristiwa ngeselin dan malu-maluin seperti kebelet kencing di tengah perjalanan jauh naik kereta api yang wc-nya terkunci. Nah lo!

Tingkat fasinasi yang tinggi ini mungkin dihasilkan dari perpaduan bunyi-bunyian indah yang dihasilkan dari suku kata yang menyusun sebuah lirik. Plus ketidaktahuan selalu menimbulkan misteri tersendiri kan. Coba saja misalnya, ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat baru, atau punya pacar baru, perasaan tidak kenal itu selalu menimbulkan perasaan excited yg meledak-ledak. Tapi seiring berlalunya waktu, tempat baru jadi tempat lama; pacar baru pun jadi pacar lama. Semua menjadi sesuatu yang kita kenal dan familiar with. Mungkin masih menarik, tapi tidak akan sama dengan ketertarikan terhadap sesuatu yang punya predikat "baru".

Contoh ni, contoh...

another day goes by when W scribbled at 5:11 p.m. | 5 comments