maandag, februari 28, 2005

My baby is sick ... :-(

another day goes by when W scribbled at 10:23 a.m. | 9 comments

maandag, februari 21, 2005

Laporan perjalanan

Karena a picture worth more than a thousand words, laporan perjalanan tim penjemput dan acara serah terima Gizmo dari emak asli ke emak sementara ditaroh di sini aja.

another day goes by when W scribbled at 3:14 p.m. | 11 comments

donderdag, februari 17, 2005

Jualan Sampah

Ini dia kegiatan baru kita; jadi pedagang sampah. :-P

Ceritanya kita lagi beberes besar-besaran. Barang-barang yang nggak kepake di gudang dan di garasi, nasibnya cuma 3 pilihan; dijual, dikasih orang, atau dibuang. Urutan 1 dan 2 bisa kebolak balik. Ada barang-barang yang nggak dijual karena mo dikasih orang, ada juga yang karena gak laku-laku dijual akhirnya dikasih orang. Eh, tapi nasib barang-barang nggak laku itu ternyata masih bisa berguna juga lho. Biasanya itu dipreteli. Kalau bahannya kayu, dijadikan kayu bakar. Kalau logam, bisa dijual loakan sama tukang besi tua yang suka datang ke rumah kita. Pokoknya mengusahakan seminimal mungkin sampah.

Kalo dipikir-pikir, saya kagum juga dengan orang-orang Belanda. Semangat recycling-nya menggebu-gebu. Gak heran negara ini (kalo gak salah) nomer 2 di dunia tingkat recyclingnya sesudah Swedia. Aduh lupa baca di mana.

Eniwe, jualan barang-barang bekas ternyata asik juga. Huub yang beberes dan bersih-bersih, saya yg motretin dan poles sana sini (kalo perlu), trus kita pasang di internet. Lumayan juga. Dan kadang2 kita sampe terkagum-kagum kalo ada barang yang aneh-aneh gitu, masih ada aja orang yang mau beli. Beneran emang, one man's trash is another one's treasure.

another day goes by when W scribbled at 8:46 a.m. | 14 comments

woensdag, februari 16, 2005

Apalah arti sebuah huruf ...?

Saya sih niatnya nulis gini; Sebentar lagi saat yang tepat untuk memberi kejutan untuk ibu/ayah Anda. Tapi yang terpampang di website ternyata malah Sebentar lagi saat yang tepat untuk mengkremasi ayah/ibu Anda.

Oh, shit! Untung teman saya jeli membaca kesalahan itu. Ya maap lah, ai kan tidak tau.
Gara-gara kurang satu huruf, arti sebuah kalimat bisa melenceng jaohhh. Karena verrassen (dengan 2 r) berarti memberi kejutan, sedangkan verassen (dengan 1 r) berarti menjadikan abu alias mengkremasi!!

another day goes by when W scribbled at 7:41 a.m. | 4 comments

maandag, februari 14, 2005

Kegiatan Valentine

Macem-macem aja kegiatan orang buat merayakan hari Valentine. Kalo cuma ngirim kembang, candlelight dinner, atau beli kado sih mungkin sudah terlalu normal, ya. Jadi coba liat kegiatan2 berikut ini.

Korting untuk kastrasi kucing di V-day
Organisasi pelindung hewan di Belanda mengorganisir korting besar-besaran untuk mengkastrasi kucing di hari V. Ongkos kastrasi yang berkisar €45 - €100 hari ini di beberapa tempat jatuh lebih murah. Meskipun katanya si organisasi mendukung kucing-kucing untuk punya kehidupan asmara yang aktif, mereka juga kewalahan dengan meledaknya jumlah kucing liar yang harus dipelihara di panti asuhan kucing liar. Sekitar 30.000 per tahun!

Bunuh diri bersama
Ceritanya beberapa orang yang terlibat dalam suatu chatgroup di internet berencana bareng-bareng bunuh diri di hari V. Tapi keburu ketauan polisi, dan pemrakarsanya ditangkep. Lengkapnya baca di sini.

So, how's your valentine day?

another day goes by when W scribbled at 11:46 a.m. | 7 comments

zaterdag, februari 12, 2005

Di Kuburan

Magrib-magrib di kuburan, serem nggak sih? Ternyata nggak tuh. Saya orangnya penakut, nonton film horror aja 90% pasti ngintip dari balik jari. Tapi di kuburan malah saya merasa nyaman. Rumah masa depan kali ya, hehe..

Kemarin dari sore sampai magrib saya dan Huub sibuk benerin kuburannya almarhum papa mertua. Batu nisan yang dipesan akhirnya jadi, dan ternyata bak tempat batu-batu kerikil di samping nisan tidak dialasi plastik. Takutnya nanti tumbuh banyak rumput liar di antara kerikil, jadinya kita agak bongkar pasang kemarin. Pertama kerikil yang ada diangkat, lalu tanahnya diratakan dengan sekop, dialasi dengan plastik, ditaburi kerikil halus, baru ditutup kembali dengan kerikil yang lebih besar.

Selesai kerja tau-tau hari sudah hampir gelap. Dan saya teringat asumsi bahwa kuburan kalau malam atau magrib itu serem, banyak yang gentayangan. Ah untung tidak ketemu siapa-siapa, lagian saya bukan mau jadi peserta uji nyali, koq. Tapi meskipun kuburannya didesain nyaman seperti taman, ada bangku-bangku kayu tempat duduk-duduk, saya juga gak mood lah duduk santai-santai di situ. Ge-er takut ada yang nyolek ;-P.

another day goes by when W scribbled at 4:28 p.m. | 7 comments

donderdag, februari 10, 2005

Pohon Kelapa versus Salju

Kakak ipar saya baru saja mem-book liburan ke French Riviera, daerah pantai bertemperatur nyaris tropis di Perancis Selatan. Dengan wajah berseri-seri dia bilang, "Akhirnya saya bakal melihat pohon kelapa." Hah? Pohon kelapa?

Saya jadi tercenung. Iya, pohon kelapa adalah perwakilan tipikal pemandangan negara tropis; setipikal salju untuk negara-negara empat musim. Pantas saja dia begitu excited mau bertemu pohon kelapa, yang di negara tropis sendiri sudah jadi pemandangan biasa. Noraknya dia terhadap pohon kelapa mungkin sama dengan noraknya saya waktu pertama kali melihat salju turun. Saya berlari keluar rumah dan langsung menengadah ke atas sambil membuka mulut lebar-lebar, untuk mencicipi sensasi alam yg baru buat saya.

Dulu saya tidak terlalu terpukau dengan pohon kelapa. I took them for granted. Tapi sekarang tidak lagi. Saya kangen berada di dekat pohon kelapa di tepi pantai tropis. Hati saya turut senang untuk ipar saya yang dalam sebulan lagi akan bertemu pohon kelapa betulan pertama dalam hidupnya. Semoga dia bisa menikmati siliran angin di daunnya dan bermain dengan bayang-bayang lambaiannya yang jatuh di pasir. Pohon kelapa di tepi pantai, aku kangen padamu.

------
Foto perjalanan berburu salju wiken kemarin ada di sini.

another day goes by when W scribbled at 7:22 p.m. | 7 comments

woensdag, februari 09, 2005

Sing sabarrr ...

Menunggu memang bikin bosan. Apalagi buat orang yang nggak sabaran. Pengen rasanya jadi orang yang lebih sabar, tapi justru untuk belajar sabar itu nggak gampang prosesnya. Untung gw gak dinamain "Sabar" waktu lahir, soalnya bakal nggak cucok sama orangnya.

Ah, ngelantur. Padahal sebenernya saya mo cerita soal kesabaran alam nih. Minggu lalu kita jalan-jalan ke gua alam Attahöhle di Attendorn, yg letaknya antara Dortmund dan Frankfurt/Main. Gua ini terkenal dengan stalaktit dan stalagmitnya. Bagus bener, apalagi dengan terang lampu-lampu sorot di dalam gua, semuanya terlihat dramatis. Udara pun nggak terasa pengap, tapi segar dan basah. Temperatur di gua malah konstan 9 derajat celcius, yang lebih hangat dari cuaca di luar.

Yang bikin gw tercengang2 adalah tingkat pertumbuhan stalaktit & stalagmit di gua itu; 1 milimeter per 10 tahun! Bayangin, sepersepuluh milimeter per tahun. Jadi berawal dari setetes air hujan yang merembes lewat batu, jutaan tahun yg lalu, dekorasi gua yg dahsyat itu terbentuk sampai bisa dinikmati seperti sekarang. Aku terkagum2 berjalan di antara masterpiece alam yg terbentuk dalam jutaan tahun. Memang hebat ya, Yang Bikin.


Foto dari website Attahöhle.de

another day goes by when W scribbled at 6:52 p.m. | 6 comments

dinsdag, februari 01, 2005

Langevingers pudding

Ini cemilan penutup paling gampang sedunia. Diemin semalem di kulkas, besoknya tinggal disendokin. Kalo ada acara dinner atau ada tamu, bisa bikin di gelas2 wine/gelas es krim, jadi keliatannya njelimet gitu. Padahal ...









BAHAN:

  • Vanilla Vla
  • Biskuit ladyfingers (semacam sponge cake kering, bentuknya panjang spt jari. pakai bolu kering juga boleh)
  • Rum (atau liquor lain) kalo suka






CARA:

  • Susun selapis ladyfingers di dasar wadah
  • Sirami dengan beberapa tetes rum
  • Siram dengan vanilla vla, sampai tertutup rata
  • Ulangi kembali langkah 1-3 sampai beberapa lapis
  • Tutup rapat wadah, diamkan dalam lemari es semalaman
  • Besoknya siap disajikan, biskuit berubah seperti sponge cake yang lembut dengan aroma rum yang nendang.



another day goes by when W scribbled at 8:01 p.m. | 15 comments