maandag, april 12, 2004

Rasa otentik

Apa dasarnya sih rasa masakan dibilang otentik? Misalnya, rendang Padang yang mana yang benar-benar rendang Padang? Ada rendang a'la rumah makan A, B, atau C. Semuanya mengaku otentik rasa Padang, wong judulnya Restoran Padang. Yang masak semua orang Padang, mungkin dengan resep warisan dari emak mereka yang notabene orang Padang juga. Trus, kenapa rasanya beda-beda? Bisa nggak sih sebuah restoran mengklaim Authentic Indonesian Cuisine, misalnya. Otentik menurut siapa?

Nah, dibekali semangat mencari rasa selada so'un Thailand yang otentik dan mumpung hari terakhir long weekend, hari ini gw masak bareng si Tukata yang orang Thailand. Referensi gw soal rasa hanya didapat lewat restoran Thailand di sini, yang dicurigai udah disesuaikan banget dengan lidah para londo.

Makanya gw pikir si Tukata jagoan nih, kan orang Thailand. Eh ternyata podo wae. Doi malah belum pernah bikin dan lupa-lupa inget rasa yam woon sen yang asli itu gimana. Jadi berpedoman pada buku masak, jadilah eksperimen yam woon sen kita hari ini. Otentisitas tidak ditanggung. :-)


Yam Woon Sen (Thai glassnoodles salad)

Bahan
  • 60 gr so'un
  • 50 gr daging ayam/babi cincang
  • 100 gr udang kupas
  • 100 gr bawang merah, iris tipis
  • 50 gr tomat, iris tipis
  • 30 gr daun ketumbar/cilantro/koriander, cincang kasar
  • 2 sdm acar bawang putih, iris halus (optional lho)
  • 1 sdm cabe merah, tumbuk
  • 1-2 sdm gula pasir
  • 2-3 sdm kecap ikan
  • 2-3 sdm air jeruk nipis

    Cara
  • Rendam soun selama 15 menit dalam air dingin. Gunting pendek-pendek kira-kira 10 cm
  • Didihkan 1/4 cup air, masukkan daging cincang dan aduk-aduk 1-2 menit sampai matang. Tiriskan.
  • Dengan cara yang sama, masak udang sampai matang dalam 1 cup air mendidih selama 1 menit. Tiriskan
  • Masukkan soun dalam air mendidih selama beberapa detik, sampai soun menjadi transparan. Tiriskan.
  • Aduk semua bahan jadi satu.
  • Sajikan dingin atau hangat.

another day goes by when W scribbled at 9:07 p.m.