donderdag, maart 30, 2006


Oleh-oleh dari jauh

Gantungan kunci dengan ukiran namaku. Sederhana saja. Tapi dia kuletakkan di tempat khusus di sudut jiwaku, mungkin sebagai oleh-oleh paling berharga yang kumiliki saat ini.

Ketika salah seorang teman sekerja yang paling fun, kocak, dan asik pergi pulkam selama sebulan, tentu saja aku berharap akan berjumpa kembali dengannya. Sebulan berlalu, dan tepat dua hari sebelum jadwalmu kembali bekerja, kabar itu sampai. Tabrakan frontal dengan truk, dalam perjalanan ke airport untuk kembali ke Belanda. And you didn't make it...

Dan tiga hari yang lalu, oleh-olehmu sampai. Hanya oleh-olehmu. Terima kasih, M. You never cease to surprise me.

Ini entry diary saya saat mendapat kabar kepergiannya, awal februari 2006.

-----
Only the good die young

THE GOOD DIE YOUNG - " (Whom the gods love dies young; Best go first.) The long history of the saying began with the ancient version, 'Whom the gods love dies young,' and a touching story of how the proverb originated. As told by the Greek historian Herodotus in 'History' (c. 445 B.C.), the story concerns two especially favored youths who, replacing two missing oxen, hitched themselves to a cart and carried their mother to a festival for the goddess Hera. At the temple, the grateful mother asked Hera to reward her sons with the greatest gift anyone might receive, whereupon her sons lay down to sleep and never woke again."


Begitulah aku menentramkan jiwaku dengan keberangkatanmu yang tiba-tiba. Tepat di saat aku berpikir kita akan berjumpa lagi setelah liburan panjangmu. Work will never be the same again without you, M. Mesin-mesin yang kini terdiam pernah jadi tempat yang penuh tawa saat kita di sana.

Aneh rasanya bahwa semua berjalan seperti biasa, setelah kabar petir itu sampai. Otak dan jiwaku tak berfungsi. Tapi dunia tetap berputar. Sementara kau terbaring kafan di tanah kelahiranmu, kehidupan di sini tetap berjalan. Dan ritme itu menyeretku tanpa peduli bahwa duniaku kehilangan kolega paling lief di seluruh muka bumi. Kamu.

Kehilangan itu merayap perlahan dan menusuk. Pelan, tapi tak terhenti. Perih itu aku nikmati sampai sekarang. Perihnya sebuah perpisahan yang datang tiba-tiba. Tanpa memberi waktu untuk saling mengucapkan selamat tinggal. Atau mungkinkan kata-kata terakhir kita ("fijne vakantie!") juga mengandung konotasi lain?

Aku kehilanganmu, M. Sangat dalam. Mungkin Allah terlalu mengasihimu. Aku harus rela kalah bersaing denganNya. Fijne vakantie, M! Dan selamat jalan.

another day goes by when W scribbled at 4:17 p.m.

20 Comments:

Anonymous mamih said...

wen.. ikut berduka ya wen.. aku sedih banget bacanya kebayang perasaanmu wen.. bener wen only the good die young..

7:38 a.m.

 
Anonymous Anoniem said...

duh jek, kasian bgt temenmu. ikut berduka ya. begitulah ajal, di tangan Tuhan. semoga dia tenang di sisi-Nya....

++tongbem

9:58 a.m.

 
Blogger Flona said...

weleh gue turut berduka cita yah Wen...btw have a good week end

10:37 a.m.

 
Blogger So-Me said...

bang turut berduka..itu mungkin yg namanya takdir..

2:14 p.m.

 
Anonymous ika said...

ikut berduka cita bangjek .. semoga kenangan indah bersama teman baikmu itu tetep melekat dalam hati .. semoga dia diterima di sisiNya .. amiin ..

2:23 p.m.

 
Anonymous Anoniem said...

waduh njek .. bacanya mo nangis .. kebayang deh kehilangan temen baik yang biasa ketemu becanda ketemu sehari-2 .. turut berduka yah ..

-y

8:34 p.m.

 
Anonymous Dian said...

Turut berduka cita ya Wen. Sedih emang kalo kita ditinggalkan dengan tiba-tiba, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal..selamat jalan..
Tetap tabah ya Wen.

11:08 p.m.

 
Anonymous Anoniem said...

ikut sedih wen, hidup orang emang gag bisa diduga. kebayang kamu kagetnya seperti apa. trus gantungan kunci itu dia kirim yahh wen. sedih sedih. but life goes on.
yuliana
http://sinarta.com

5:12 a.m.

 
Blogger ----SterneAmHimmel---- said...

Ikut berduka cita yah Wen. Semoga M tenang di sisi-NYA. Ikut sedih juga :-(.

11:17 a.m.

 
Blogger BundaZidan&Syifa said...

aduh Wen, ikut sedih ya dear...

3:25 p.m.

 
Blogger MoDjoLitO said...

wow... engga bisa bilang apa2 kecuali ikut ngerasa sedih... :), ikut berduka yach wen :)

8:27 p.m.

 
Blogger Rockerz said...

Hai, Di antara banyak blog yang saya lawati hari ini, blog anda antara yang hebat. Saya akan bookmark blog anda!

Saya ada website peluang perniagaan di rumah. Peluang peluang perniagaan di rumah di sini.

Lawatilah website saya bila ada masa lapang :-)

9:08 a.m.

 
Anonymous bu rah said...

Turut berduka cita yah Jek..maaf baru baca. Semoga amal ibadah alm. diterima di sisi Nya. Amin

9:31 a.m.

 
Blogger keluarga traa said...

haduh wen. sedih bangeeeeed !! umur emang ditangan tuhan. gak bisa ditebak, kapan giliran kita. mangkanya tiap hari tuh aku bener2 jgn sampe deh berkelahi gak sempet maaf2an pergi balik punggung.bisa nyesel seumur2 yaa, dan jgn sampe bikin dosa yg gak perlu2 sehari2. kl dah mati, apa coba yg kita sanguin yaa.. cuma amal kita ya wen. yg lain2 wis gak penting lagi..
duh, dia ingat dan sayang kamu bener tuh, sampe niat banged kirim souvenir buat kamu dr indo.
wis wis.. aku mbrebes mili iki wen.. kasian kamu jg, kehilangan sekali.

10:31 a.m.

 
Anonymous sa said...

ikut berduka, wen.

8:27 p.m.

 
Anonymous Anoniem said...

ini rupanya yg bikin kamu membisu lama banget. Kangen kamu, Wen!

--durin--

8:57 p.m.

 
Anonymous ria said...

wah yuli juga kehilangan temannya...

Turut Berduka Cita ya Wen
Semoga keluarga M yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan

5:09 a.m.

 
Blogger Flona said...

loh koq shoutboxnya ilank wen...met paskah yaaa

8:29 a.m.

 
Blogger Rockerz said...

Hai, Anda mempunyai blog yang hebat! Saya akan bookmark blog anda!

Saya ada website kaya dengan cepat. Peluang kaya dengan cepat di sini.

Lawatilah website saya bila ada masa lapang :-)

6:19 p.m.

 
Anonymous Leni said...

ikut berduka cita buat fam en teman.

9:55 p.m.

 

Een reactie plaatsen

<< Home