zondag, april 18, 2004

Atmosfer Masa Lalu

Kemampuan sebuah bangunan untuk bertutur tentang penghuninya memang menakjubkan. Tembok-tembok berlapis kain bercorak barok, permadani tebal dari Kazakhstan yang warnanya mulai pudar, serta pantuan pendar lilin di langit-langit yang penuh lukisan, semuanya menyimpan cerita tersendiri tentang para penghuni masa lalu.

Saya berada di dalam ruangan yang sarat dengan bayangan masa lalu. Dalam keremangan, aroma masa lalu menyeruak liar dari buku-buku dengan halaman-halaman yang menguning dan tulisan dengan tinta yang mulai pudar. Aroma masa lalu menembus indera penciuman dan bermain-main dengan imajinasi saya. Susah mendeskripsikan bagaimana bau khas suatu ruangan kuno berumur lebih dari 300 tahun mampu bercerita dan membawa pikiran saya begitu jauh berjalan.

Rasanya asyik juga menikmati sensasi seperti itu. Sebenarnya saya datang untuk sebuah pengalaman visual. Ternyata sensasi yang datang lewat indera penciuman itu lebih kuat berkesan. Rekaman visual mungkin hanya berdiam dalam rasio. Namun sebuah aroma mampu bermain dengan emosi. Intens dan liar.

Hari ini adalah museum weekend. Semua museum di Belanda di weekend ini boleh dikunjungi gratis atau memberi korting besar untuk tiket masuk. Saya dan Huub memilih mengunjungi Istana Het Loo yang juga merupakan museum nasional.

another day goes by when W scribbled at 7:59 p.m.