donderdag, juli 31, 2003

Puisi di Tembok


Salah satu cita-cita saya adalah punya tembok yang ditulisin puisi. Kalau satu ruangan terdiri dari 4 tembok, maka 3 tembok boleh berwarna putih atau warna kalem lainnya, tapi satu tembok harus sangat kontras dan bisa berteriak dengan puisi yang akan saya tulisi di atasnya.
Tadinya saya berpikir mau bikin puisi sendiri. Tapi ah, saya nggak terlalu pe-de. Rilke? Tagore? Gibran? Atau Sapardi? Ah, kalau bisa semuanya mendapat bagian satu tembok. Tapi kurang orisinal rasanya.
Trus saya punya ide gila lain. Ghostdancer, tulisan kamu HEBAT! Boleh nggak mereka ikut berteriak di tembok saya kelak?

another day goes by when W scribbled at 6:01 p.m.