vrijdag, november 08, 2002

Jembatan Merah



Saya kemarin kepikiran, kenapa jembatan2 kecil di sini warnanya selalu merah menyala? Apa ada kesepakatan bahwa jembatan2 yang melewati kali2 seukuran sekian harus berwarna merah? Untuk visibilitas, estetika, atau kkn sama pabrik cat yang kebanyakan produksi warna merah?
Tapi you know what, merah kan warna komplemennya hijau. Dan jembatan2 ini kebanyakan terdampar di tempat2 sepi di mana populasi pohon jauh lebih banyak dari manusia. Merah dengan backdrop hijau segar, ahh.. nggak ada warna yang lebih cocok dari itu. Coba bayangin, naik mobil lewat jalan2 kecil di sepanjang kali yang lebarnya cuma sepelemparan batu. Pohon-pohon di kanan kiri, rumput, semak2 semua hijau. Tiba-tiba.. bum! muncul si jembatan merah menyala di tengah segala kehijauan. Saya jadi teringat cabe merah di atas cah kangkung ngepul. hmm..
Balik lagi ke jembatan, rasanya nggak ada warna yang lebih membuat si jembatan dan si backdrop sama-sama terlihat bagus. Saya jadi suka menantikan kemunculan jembatan2 merah kecil di tengah kehijauan. Biasanya kombinasinya dengan desau angin di pohon. Tapi sayang (atau malah justru bagus) angin ngak bisa ikut bermain warna. Dia memberi finishing touch tapi dalam bentuk lain untuk sebentuk kenikmatan visual yang menyejukkan mata.

another day goes by when W scribbled at 7:46 p.m.